oleh

Perlindungan Ternak di Sumenep Berkurang dari Tahun Sebelumnya

KABARMADURA.ID, Sumenep -Program asuransi untuk ternak sapi (AUTS) kurang serius. Hal itu diakui, Kepala Bidang (Kabid) Produksi dan Pengembangan Usaha Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumenep, Arman Mustafa, Minggu (25/10/2020).

Menurutnya tahun ini program AUTS hanya mendapatkan kuota 30 hewan. Kondisi itu, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 60 hewan. Sehingga penurunan jumlah tersebut menjadi indikasi kurang maksimalnya program tersebut untuk menjamin keselamatan peternak di kota keris ini.

“Tahun ini untuk kuota memang sedikit, yaitu 30 ekor sapi, sementara dari jumlah tersebut sudah terpakai atau terealisasi semua, bahkan lebih,” ujarnya.

Program AUTS merupakan program dari pusat sebagai bentuk perhatian dari pemerintah terhadap para peternak dengan cara mensubsidi premi asuransi. Namun pihaknya tidak bisa mengupayakan lebih untuk jumlahnya. Meskipun secara kualitas sapi Madura mempunyai kelebihan dibanding daerah lain.

Kuota asuransi yang dimaksud, dari jumlah yang ditetapkan dapat dispensasi pengurangan harga. Smentata jika dilakukan secara mandiri maka masyarakat membayar tanpa ada pemotongan.
“Nanti, para peternak sapi cukup membayar sebesar 40 ribu per ekor sapi. Sebab, sisanya telah disubsidi oleh pemerintah sebesar 160 ribu yang semula 200 ribu per ekor dalam jangka satu tahun,” jelasnya.

Sementata untuk besaran klaim, peternak dengan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp10 juta jika sapinya mati. Dan sebesar Rp7 juta ketika mengalami kehilangan, jika dipotong paksa maka akan mendapatkan Rp5 juta.

Taufiqurrahman salah satu warga Pragaan tidak mengetahui terkait program tersebut. Padahal dirinya sudah kurang lebih sepuluh tahun memelihara sapi. “Ya dirawat sendiri, kami tidak tahu terkait program itu, ya hati-hati sendiri jika dicuri orang dan jika mati memang resiko sendiri,” paparnya. (ara/ito)

Komentar

News Feed