Perlu Perawatan Khusus Tangani Meluasnya Lokus Stunting Tahun 2021

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) LOKUS: Dinkes Pamekasan identifikasi meningkatnya lokus stunting Tahun 2021.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Lokus stunting untuk tahun 2021 lebih luas jangkauannya dibandingkan tahun 2021, hal itu terbukti setelah adanya survei dalam memaksimalkan penanganan stunting di Pamekasan, sebagaimana yang telah dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan. Sehingga untuk mengentaskannya, perlu perlakuan khusus, semisal dengan terus menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan.

Menurut Kepala Bidang (kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Pamekasan, Hidayat, untuk lokus stunting pada tahun 2021 berada di 11 Kecamatan, 53 desa; sementara pada tahun 2020 ada 8 kecamatan, 11 desa, hal itu berdasarkan survei dilakukan secara khusus untuk memetakan stunting di kabupaten yang berjuluk Gerbang Salam ini.

“Dalam satu tahun ada 2 penimbangan, biasanya pada bulan Februari dan Agustus, jadi alasan terjadinya peningkatan karena mungkin masyarakat waktu penimbangan yang datang ke puskesmas adalah orang tua bayi normal tahun 2019, sementara orang tua bayi tidak normal itu enggak datang, sehingga tidak terpantau pada bulan penimbangan, untuk tahun 2020 sebaliknya,” ungkapnya. Minggu (24/1/2021).

Hidayat juga menjabarkan untuk menekan lokus stunting sudah dilakukan secara intens, namun masyarakat kadang kurang peduli dalam melaksanakan anjuran agar tidak masuk pada kualifikasi stunting, sehingga perlu dilakukan berbagai langkah konkret dalam mengentaskan stunting.

“Untuk stunting, memang ada kelainan pertumbuhan tinggi badan, Selain itu, juga ada intervensi kepada setiap bayi atau ibu hamil, seperti pemberian makanan tambahan, dan penanganan ibu hamil yang bermasalah,” ulasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Rida’I, meminta ada langkah khusus dari dinkes untuk penanganan stunting, sebab kesehatan masyarakat perlu diperhatikan dengan baik demi terciptanya generasi sehat.

“Kami rasa, dengan bertambahnya lokus stunting, perlu ada treatment kesehatan yang dilakukan secara komprehensif,” pungkasnya. (rul/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *