Perlu Perencanaan Matang untuk Pembangunan Rumah Sakit Tipe D

(FOTO: KM/FERY FOR KM) PENANDATANGANAN: Pemkab Bangkalan menggandeng investor untuk membangun rumah sakit tipe D di sekitar Gunung Geger.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN – Wacana pembangunan rumah sakit tipe D di Kecamatan Blega Bangkalan sejak tahun 2019 lalu. Hanya saja, hingga saat ini pembangunan tersebut belum terealisasi dengan berbagai macam kendala. Salah satunya, pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19 hingga perencanaan yang kurang matang.

“Kami gandeng investor untuk pembangunannya. Mengenai lokasi dan lainnya, kami masih koordinasi lagi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Serta pihak ketiga sebagai investor yakni, PT Gosyen Sejahtera,” ujar Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron, Minggu (7/11/2021).

Sedangkan untuk Detail Engineering Design (DED) sudah tersedia. Namun perlu pencocokan dengan rencana pihak ketiga. Sehingga pembangunan rumah sakit tipe D bisa dikerjakan tahun 2022 mendatang. “Ini tahap awal. Masih perlu pertemuan lanjutan, baik dengan investor dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk membicarakan terkait lokasi dan jadwal pasti untuk pembangunannya,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Pria nomor satu di daerah yang identik dengan slogan Kota Salak ini memaparkan, pada dasarnya rumah sakit tipe D sudah ada di daerah. Hanya saja, belum optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Apalagi saat ini tengah terjadi wabah Covid-19 yang belum usai. Sehingga jika ada lonjakan, rumah sakit yang ada belum bisa menampung pasien.

“Jadi nanti pembangunan yang akan dikerjakan investor tersebut tidak hanya fisiknya saja, tetapi juga dengan pengadaan alat medisnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo tidak banyak menjelaskan perihal pembangunan rumah sakit tipe D. Sebab, masih membicarakan mengenai keuntungan antara kedua belah pihak. Yakni PT Gosyen Sejahtera Utama dan Pemkab Bangkalan. Dimana nantinya, akan tertera dalam perjanjian kerjasama (PKS).

“Yang penting PKS itu tidak merugikan pemerintah daerah, kami juga harus mendapat keuntungan. Kepentingan kami seperti ini, kepentingan mereka seperti apa, yang jelas harus menguntungkan kami dan investor,” responnya.

Diketahui, sebelumnya rencana pembangunan rumah sakit tipe D akan menghabiskan anggaran sebesar Rp45 miliar. Dana semula diambilkan dari Bantuan Keuangan (BK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Dengan rincian, Rp30 miliar kegiatan fisik dan Rp15 miliar pengadaan alat kesehatan (alkes). Sedangkan berdasarkan hasil feasibility study, kemungkinan lokasi pembangunan ada di sekitar Gunung Geger.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Reaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.