oleh

Perluasan Lahan Bandara Trunojoyo Capai Rp24 M

Kabarmadura.id/Sumenep-Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep menyebutkan, anggaran perluasan lahan Bandara Trunojoyo Sumenep tahun 2020 mencapai Rp24 miliar.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas perhubungan Sumenep Dadang Dedi Iskandar. Menurutnya, saat ini pihaknya berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumenep untuk membebaskan lahan sebelum masa berakhirnya penentuan lokasi (penlok) pada bulan Maret mendatang. Penlok tersebut dimulai pada tahun 2017 hingga 2019, dan dilakukan perpanjangn pada tahun 2020.

“Kita saat ini menunggu peta bidang dari BPN Sumenep,” katanya, Selasa (07/01/2020).

Dijelaskan, segala sesuatunya nantinya akan dikoordinasikan dengan BPN yang bisa menentukan lokasi serta ukuran tanahnya. Setelah selasai maka akan dilakukan perluasan sesuai ukuran yang ditentukan.

“Kami berharap tahun 2020 sudah selesai,” ujarnya.

Luasnya penlok sejak 2017 sebanyak 33 hektare, dan saat ini masih sisa 10 hektare yang belum dibebaskan dan akan dilaksanakan sampai bulan Maret 2020.

“Sosialisasi dengan legislatif serta bupati sudah dilakukan, tinggal bagaimana menjalankannya,” tuturnya.

Dadang menjelaskan, anggaran Rp24 miliar sudah dianggap cukup untuk perluasan lahan Bandara Trunojoyo.

“Untuk perluasan lahan bandara di tahun 2020 akan segera dilakukan. Bahkan, memasuki bulan ke tiga atau empat sudah akan dilakukan. Sebab, perluasan lahan tersebut sangat penting untuk penerbangan,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Sumenep Indra Wahyudi mengatakan, perluasan lahan bandara wajib dimaksimalkan. Sebab, anggaran tersebut berdasarkan musyawarah Timgar. Harapannya, perluasan bandara ke depan dapat difungsikan dengan semestinya.

“Perluasan bandara di Sumenep semoga menambah kenyamanan penumpang pesawat serta masyarakat secara umum,” tutupnya. (imd/pai)

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed