Perluasan PTM Sekolah di Kabupaten Sumenep Masih Terganjal Status Zona Kuning Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) STAGNAN: Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) hanya diterapkan untuk 35 SMA/SMK di Kabupaten Sumenep.

KABARMADURA.ID, Sumenep -Meski zona merah dan zona orange, tentang penyebaran Covid-19 tidak lagi menjadi penetapan status di daerah Sumenep, kondisi pendidikan belum sepenuhnya optimal. Kondisi itu ditunjukkan, belum beraninya melakukan uji coba tambahan pertemuan tatap muka (PTM).

Salah satu kendalanya, masih ada daerah zona kuning yang dinilai belum aman. Akibatnya,  perluasan PTM masih ditangguhkan. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur (Jatim), wilayah Sumenep, Syamsul Arifin, Selasa (11/11/2020).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, saat ini masih hanya 35 sekolah yang bisa melakukan PTM i. Penetapan PTM untuk puluhan sekolah itu berdasarkan hasil uji coba sebelumnya. “Kami belum berani menginstruksikan penambahan sekolah untuk PTM, khawatir ada gejolak lagi,” ujarnya.

Dia menjelaskan perluasan uji coba PTM langsung, jenjang SMA/SMK/SLB di Sumenep, hanya dilakukan untuk beberapa sekolah. Bahkan, penerapan perluasan uji coba PTM disesuaikan dengan zona yang ada.

Yakni, jika zona kuning maka maksimal PTM 50 persen. Namun, jika zona hijau maka bisa langsung 100 persen, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes). Diakui, saat ini masih banyak sisa sekolah yang tidak melakukan PTM.

“Secara keseluruhan, jumlah sekolah di SMA Sumenep 151 SMA. Rinciannya 12 Negeri, 71 SMA swasta, 3 SMK Negeri dan 60 SMK swasta dan PKLK Negeri ada 1. Sisanya masih menunggu sebentar lagi, Pemprov Jatim lebih mengetahui nantinya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syamsul Arifin menjelaskan, sekolah yang kembali melakukan PTM, yakni SMA Swasta dan SMA Negeri sebanyak 35 Sekolah. Diantaranya, 20 SMA swasta, 3 sekolah luar biasa (SLB) dan 12 SMAN serta sekolah.

Sementara itu, Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sumenep Sukarman mengaku, hingga saat ini mengadakan PTM. Menurutnya tidak ada kendala yang dihadapi siswa serta guru pada saat pembelajaran tatap muka.

Meski demikian, penerapan prokes dioptimalkan. Tujuannya, untuk menjaga terjadinya klaster baru. “Semuanya berjalan sesuai harapan. Para siswa dan siswi juga tekun selama melakukan pembelajaran di kelas,” responnya. (imd/ito)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *