oleh

Permintaan Meningkat, Disperindag Minta Pedagang Tidak Naikkan Harga Kain

Kabarmadura.id/SUMENEP-Tingginya kebutuhan masker di masyarakat menjadi berkah tersendiri bagi pedagang kain. Setiap hari ada lebih dari 10 pembeli yang mencari kain katun sebagai bahan pembuat masker.

Inawiyah (50), penjual kain di Pasar Anom mengakui permintaan kain untuk pembuatan masker meningkat. Kebanyakan pembeli mencari kain katun, baik yang polos, motif, dan berwarna warni.

“Pembeli kain ini bukan hanya penjahit namun masyarakat biasa juga banyak yang datang mencari kain katun dan kain sutra lainnya,” katanya Kamis (16/4/2020).

Untuk harga kain katun yang diserbu para pembuat masker mulai harga Rp10 ribu-Rp35 ribu per meternya, ada juga yang berharga 23 ribu. Menurutnya, memang ada lonjakan pembeli kain akhir-akhir ini, terutama kain katun. Yang paling diminati katun polos dan motif kartun untuk dibuat masker anak-anak.

“Yang pesan itu terkadang dijual kembali pada penjahit untuk dibuat masker,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindusrtrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra meminta para pedagang tetap menjaga harga kain agar tidak naik di tengah wabah Covid-19.

“Pemkab akan melakukan operasi pasar. Tujuannya, untuk melihat kondisi harga-harga, termasuk kain,” ujarnya.

Pada hakekatnya, stok kain tidak mengkhawatirkan. Ia berharap harganya juga bisa terjangkau.

“Memang banyak masyarakat terutama pemilik konveksi yang membutuhkan kain,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Agus Mulyono mengatakan, saat ini pemerintah belum dapat menyediakan masker khusus masyarakat atau bantuan khusus masyarakat. Sebab, masih terkendala anggaran. Saat ini Dinkes masih mempersiapkan bantuan untuk tim medis. Misalnya, RSUD dan puskesmas di seluruh kecamatan.

“Kami tidak menyediakan masker bagi masyarakat umum. Masyarakat harus sadar diri dan mencari alternatif lain, wong itu juga untuk keselamatan sendiri kok,” ujarnya.

Menurutnya, jika pemerintah menyediakan masker khusus masyarakat, maka akan banyak menghabiskan anggaran. Sementara harga masker dari Rp300 bahkan ada yang Rp10.000.

“Jika dikalikan jutaan masyarakat Sumenep maka kami tidak akan mampu melakukan itu. Pemerintah saat ini cukup memberikan himbauan saja,” paparnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed