oleh

Pernikahan Dini Dominasi Angka Putus Sekolah

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Kurangnya kesadaran masyarakat terkait jenjang pendidikan untuk anak, membuat angka putus sekolah di Kabupaten Bangkalan sangat tinggi.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan (Disdik), rata-rata lama belajar atau sekolah pada tahun ajaran 2017/2018 sepanjang 8,14 tahun. Sedangkan pada tahun ajaran 2016/2017 lama sekolah 8,09 tahun. Pada tahun ajaran 2015/2016 hanya sampai 8,04 tahun.

Dengan angka itu, banyak anak usia sekolah yang ada di Bangkalan tidak tamat di jenjang sekolah menengah pertama (SMP), sebab untuk masa jenjang pendidikan sekolah menengah atas dibutuhkan waktu 9  tahun.

“Putus sekolah pada jenjang SMP ini didominasi adanya pernikahan dini atau nikah dini. Faktor lainnya bisa dikarenakan kemiskinan. Ada beberapa daerah tertentu di Bangkalan yang masih kecil sudah bekerja,” ungkap Plt Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika.

Ia juga menjelaskan, selain pernikahan dini yang menjadi dominan putusnya sekolah. Ikut orang tua merantau juga menjadi salah satunya. Selain itu, ada yang meninggal dunia.

Jumlah putus sekolah yang tercatat di Disdik mencapai 203 siswa. Untuk jenjang sekolah dasar (SD) sebanyak 116 anak, pada jenjang SMP sebanyak 87 anak.

“Ada peningkatan  lama sekolah dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” katanya.

Menurut Bambang, sebenarnya partisipasi pendidikan masyarakat meningkat. Terutama jenjang pendidikan pendidikan anak usia dini (PAUD). Sedangkan untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan, dirinya telah melakukan pendekatan. Salah satunya mengadakan program kejar paket.

“Kami terus berupaya meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan kepada masyarakat. Kami juga mengadakan program kejar paket,” ucap Bambang.

Atas fakta tersebut, anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman meminta agar Disdik Bangkalan gencar berinovasi dalam meningkatkan partisipasi pendidikan. Dengan begitu, tingkat lama sekolah masyarakat terus naik dan angka putus sekolah menjadi lebih rendah.

“Ya minimal sosialisasi pentingnya pendidikan lah, libatkan juga orang tua atau masyarakat untuk mendorong anak bersekolah. Anak ini kan juga generasi bangsa,” tandasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed