Perpanjangan SIKM Rendah, Satgas Sorot Perketatan Dua Kecamatan di Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) KETAT: Warga saat melakukan kegiatan yang jadi bagian dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di tingkat kelurahan di Kecamatan Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Perpanjangan surat izin keluar masuk (SIKM) di pekan kedua di Bangkalan justru rendah. Pada pertama pertama penerbitan SIKM mencapai 4 ribu lembar. Sedangkan di pekan kedua hanya mencapai 400 lembar. 

Penggunaan SIKM juga diperketat di dua desa di Kecamatan Klampis dan Kamal. Yakni Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal dan Desa Bator, Kecamatan Klampis

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Bangkalan Agus Sugianto Zein menduga, rendahnya perpanjangan SIKM di pekan kedua lantaran pada pekan pertama sudah membengkak jumlahnya, karena banyaknya masyarakat yang sebelumnya ingin ke Surabaya tertahan penyekatan. 

“Jadi 400 ini mungkin memang murni warga yang setiap hari memiliki keperluan ke Surabaya,” terang Agus.

Kendati SIKM hanya berlaku selama 7 hari, namun diperkirakan, tidak mau diperpanjang karena kondisinya sudah aman dan sehat. Sebab, meski penyekatan di Surabaya sudah tidak ada, tapi di daerah lain di Madura sudah mulai menggunakan kebijakan itu. 

Agus juga menegaskan bahwa pekan ini akan mengawasi jalannya pengetatan PPKM dan pemeriksaan SIKM di dua kampung di Kecamatan Klampis dan Kamal.

“Semua warga yang keluar masuk di kampung itu pasti diperiksa dan harus membawa SIKM,” tandasnya.

Sementara itu, warga Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Abdullah Homaidi menyampaikan bahwa kondisi di desanya masih darurat. Mengingat setiap hari ada yang meninggal mendadak dan warganya tidak mau memeriksakan diri. 

“Kami berada di situasi yang canggung, antara takut dan ragu, karena deteksinya juga sulit,” ungkapnya.

Di beberapa perumahan juga diberlakukan pengetatan pemeriksaan SIKM dan juga PPKM, bahkan tidak menerima warga dari luar masuk di daerah tersebut. 

“Proses pelacakan terus dilakukan, dan semoga saja keadaan lekas membaik,” imbuh Abdullah. (hel/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *