Perpanjangan Subsidi Listrik di Bangkalan Tunggu Edaran Pusat

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Peningkatan kasus Covid-19 di Bangkalan kian melonjak.  Bahkan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) kembali digencarkan. Tetapi, untuk bantuan subsidi listrik bagi pelanggan rumah tangga atau pelaku usaha yang terdampak belum bisa dipastikan.

Salah satu pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Bangkalan Nasuha mengaku, kondisi di tengah melonjaknya kasus pandemi Covid-19 mengakibatkan banyak warga kesusahan. Apalagi, terhadap warga yang bekerja serabutan dan memiliki usaha kecil. “Semuanya dibatasi, termasuk pelanggan kami,” keluhnya.

Bacaan Lainnya

Perempuan berumur 28 tahun itu berharap, agar pemerintah memperpanjang subsidi keringanan listrik bagi warga yang kurang mampu. Sebab, adanya subsidi tersebut sangat membantu warga yang kurang mampu. “Subsidi ini sangat membantu. Karena, jika harus membayar mandiri tentu kami kesusahan,” jelasnya.

Sementara itu, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP PLN) Bangkalan Pangky Yongkynata mengaku, belum bisa memastikan pemberhentian atau berlanjutnya subsidi listrik bagi pelanggan. Sebab, masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. “Kalau berlanjut, kami juga menunggu imbauan dari pemerintah pusat untuk pelaksanaannya,” responnya.

Hingga saat ini, belum ada pengumuman secara resmi yang dikeluarkan. Tetapi, jika mengacu pada perpanjangan subsidi listrik sebelumnya, bantuan terakhir yakni pada Juni 2021. Sebab, penambahan bantuan hanya dilakukan selama tiga bulan mulai April lalu. “Keringanan pembayaran tagihan listrik ini, hanya dinikmati pelanggan rumah tangga dengan daya 540 VA dan 900 VA,” paparnya.

Termasuk, pada pelanggan bisnis kecil (B1) dan pelanggan industri kecil (I1) yang memakai daya 450 VA. Stimulus tersebut, berupa keringanan pembayaran listrik dan pembelian token akibat pandemi Covid-19. Namun, apabila tidak ada perpanjangan subsidi listrik, masyarakat akan membayar tagihan sesuai daya yang digunakan.

“Ini hanya stimulus bantuan dari pemerintah, jadi tidak semuanya memperoleh. Jatuh tempo untuk pelanggan pascabayar, tetap di tanggal 20 setiap bulannya,” tukasnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *