PERPATRI Cabang Sumenep Ingin Lestarikan Budaya Leluhur Lewat Ekstrakulikuler Sekolah

News123 views

KABARMADURA.ID | Memanah merupakan salah satu cabang seni yang tertua masih diamalkan sehingga kini. Di Sumenep, terdapat Persatuan Panahan Tradisional Indonesia (PERPATRI). Kehadiran PERPATRI sebagai simbol dalam gerak nyata melestarikan budaya leluhur, yakni memanah.

MOH RAZIN, SUMENEP

Persatuan Panahan Tradisional Indonesia (PERPATRI) Cabang Sumenep ini hadir di kabupaten berjuluk Kota Keris itu sejak tahun 2021 lalu. Kegiatan bela diri yang satu ini terbilang unik, sebab butuh konsentrasi tinggi dan ketenangan diri dalam melepaskan busur panah untuk dapat mengenai target yang ditentukan.

Salah satu pengurus PERPATRI Sumenep Aminatus Suhra  mengatakan, jemparingan atau panahan, merupakan budaya leluhur Nusantara sejak zaman Kerajaan Mataram. Bahkan, kata dia, merupakan budaya penting untuk terus dilestarikan terutama di Kota Keris, karena merupakan warisan raja-raja terdahulu. 

Baca Juga:  Bupati Baddrut Berharap Jemaah Haji Mendoakan Kebaikan Pamekasan dari Makkah 

Kata Ami, jemparingan juga bagian dari keahlian yang wajib dimiliki bagi para prajurit atau ksatria agar dapat mampu menjaga wilayah kekuasaannya dari ancaman atau serangan dari musuh.

“Demi menjaga olahraga panahan tradisional tetap lestari, kami mengajak para pemuda Sumenep bergabung di PERPATRI atau yang dikenal dengan Paguyuban Jemparingan Tirtonegoro.

Ami menjelaskan, perbedaan panahan modern dengan panahan tradisional yakni dari mekanismenya. Kalau panahan modern memanah dengan berdiri, sementara jemparing dengan cara duduk.

“Juga ada perbedaan posisi memanah laki-laki dan perempuan. Untuk pria duduk bersila, sementara wanita duduk dengan menyerong. Dan dari sisi kostum peserta wajib memakai pakaian adat dan blangkon untuk pria,” jelas wanita berkerudung itu.

Ketua Umum PERPATRI Rahadian Agung Akbari menuturkan, untuk kegiatan jemparingan dilangsungkan di timur Keraton Sumenep, tepatnya di lapangan yang berada dibelakang SMP Binar. ”Latihannya dilakukan 1 kali dalam sepekan, yakni dilaksanakan pada Kamis pukul 15.30,” ujarnya.

Ketua Harian PERPATRI Sumenep Fauzi Ali Iqbal menambahkan, bagi pemuda Sumenep yang ingin bergabung bisa langsung datang pada lokasi kegiatan. Pihaknya juga berharap dukungan semua pihak agar olahraga tradisional ini menjadi ekstrakulikuler di lembaga pendidikan, sehingga generasi penerus bangsa tetap mengenal budaya leluhur.

“Harapannya bisa masuk kurikulum sekolah, agar tetap melekat kepada masyarakat, khususnya di Sumenep,” pungkasnya.

Baca Juga:  DPMD Pamekasan Sebut Tahun Ini Capaian Desa Mandiri Ditarget

Redaktur: Moh. Hasanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *