Perpusda Bakal Buka Lagi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) AKAN DIBUKA: Seorang pemustaka sedang membaca buku di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Pamekasan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  – Pelayanan pada Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Pamekasan telah ditutup total selama hampir tiga bulan, sejak Desember 2020 lalu hingga kini. Selama di tutup, Perpusda tidak melakukan pelayanan tatap muka maupun pelayanan secara online.

Pelayanan sempat dibuka selama tiga bulan, pada September hingga November 2020 lalu. Namun hanya terbatas pada layanan secara online berupa program Halo Pemustaka. Warga bisa meminjam buku secara online lalu buku diantar ke kediaman peminjam.

Bacaan Lainnya

Namun, karena jumlah korban terinfeksi Covid-19 semakin meningkat, bahkan di antaranya mendiang Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan dan sejumlah pejabat daerah juga terinfeksi Covid-19, maka pelayanan kembali ditutup. Sehingga, untuk sementara tidak ada pengunjung.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Pamekasan, Prama Jaya melalui Pustakawan DPK Pamekasan Kusairi menuturkan, pelayanan direncanakan akan kembali dibuka pada minggu keempat di bulan Februari ini.

“Jadi kita fokus pada pembenahan di internal, agar nanti saat buka, layanan sudah optimal,” ujarnya.

Kendati lama tutup, DPK telah menyiapkan sejumlah kurang lebih 50 ribu eksemplar buku dengan judul sebanyak 23.681 judul buku dari pelbagai disiplin ilmu. Pengadaan buku terakhir kali dilakukan pada 2020. Sementara di tahun 2021, belum melakukan pengadaan buku.

Selain itu, selama tutup layanan. Pihaknya melakukan inventarisasi database selama satu bulan. Stock opname database disesuaikan dengan koleksi buku yang ada di perpustakaan melalui system. Hal itu untuk mempermudah pengunjung dalam mencari buku.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Wardatus Sarifah berharap, meski pelayanan pada perpustakaan daerah lama ditutup namun tidak menghambat cita-cita Pemkab Pamekasan untuk menjadikan Pamekasan sebagai kabupaten literasi.

Sebab menurutnya, perpustakaan merupakan dapur setiap daerah sebagai indikator dari kualitas sumber daya manusianya (SDM). Pihaknya meminta, agar selama masa wabah, untuk terus dilakukan kreasi sehingga warga Pamekasan bisa tetap merasakan pelayanan.

“Banyak waktu selama tutup. Eman jika tidak digunakan untuk persiapan optimalisasi layanan saat dibuka nanti,” ucapnya. (ali/bri)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *