oleh

Pers Ujung Tombak Tangkal Hoaks, Minta Jurnalis Sajikan Informasi Berimbang

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Insan pers merupakan ujung tombak dalam menangkal berita bohong (hoaks). Tugas untuk memerangi wabah yang semakin merebak di tengah-tengah masyarakat itu sudah menjadi tanggung jawab insan pers melalui profesionalitas kerja sesuai kode etik jurnalistik.

Hal itu diungkapkan Ketua Alianasi Jurnalis Pamekasan (AJP) Fathur Rosi, saat menggelar deklarasi antihoaks dan radikalisme jelang pemilu 2019, yang dipusatkan di Aula Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, Kamis (4/4) kemarin.

Dalam kesempatan itu, jurnalis salah satu media nasional itu mengatakan, hoaks bukanlah produk jurnalistik. Namun seringkali dikaitkan dengan pemberitaan insan pers dan jurnalis. Oleh karenanya, insan pers harus bisa menangkalnya dan memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, sebagaimana peran pers sebagai ujung tombak penangkal hoaks.

“Hal itu bisa dilakukan ketika teman-teman media menyajikan berita sesuai dengan kode etik jurnalistik,” katanya, Kamis (4/4).

Lebih lanjut Rosi menjelaskan, setiap informasi selain harus benar juga harus mempertimbangkan manfaat bagi masyarakat. Sebab, produk jurnalistik pada akhirnya harus bisa memberikan kebaikan dan manfaat yang besar kepada masyarakat yang membacanya.

Insan pers, menurutnya, juga harus memberikan pemahaman kepada masyarakat, tentang produk-produk jurnalistik yang bisa dipercaya dan berita bohong atau hoaks yang tidak perlu dibaca, apalagi harus disebarluaskan di media sosial.

“Mari bersama-sama memfilter informasi yang belum jelas kebenarannya, jangan langsung percaya apalagi langsung menyebarkannya,” terangnya.

Dalam kegiatan yang ditandai dengan penandatangan prasasti Deklarasi Anti Hoax dan Radikalisme itu, Rektor Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan Ahmad, menyambut komitmen insan pers untuk menangkal berita hoaks di tengah-tengah masyarakat.

Dalam kegiatan yang juga dikukuhkan kemitraan antara AJP bersama UIM Pamekasan dalam menangkal hoaks dan radikalisme itu, dirinya meminta pemberi informasi atau insan pers, bisa menyajikan berita yang berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara, bagi penerima informasi atau berita-berita yang beredar, untuk tidak langsung memepercayai seutuhnya informasi yang diterima, melainkan harus tabayun dan mengecek kebenaran dari informasi yang diterima.

“Wartawan tugasnya menyajikan informasi yang berimbang, nah kita selaku pembaca agar tidak langsung percaya dan menyebarkan begitu saja,” tandasnya. (pin/pai)

Komentar

News Feed