Perseroda Sumber Daya Masih Investigasi Dugaan Penelantaran Penumpang Busnya

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) KLARIFIKASI: Direktur Perseroda Sumber Daya Fauzan Jakfar (kiri) masih melakukan investigasi dugaan penyalahgunaan bus miliknya.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Dalam dua hari terakhir, Bangkalan digemparkan adanya dugaan penelantaran tiga perempuan di daerah Trawas, Mojokerto. Penelantaran penumpang itu diduga menggunakan bus milik Pemkab Bangkalan.

Saat ini, Perseroda Sumber Daya selaku badan usaha milik daerah (BUMD) Bangkalan pengelola bus itu masih menginvestigasi mengenai kebenaran video tersebut.

Bacaan Lainnya

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Perseroda Sumber Daya Fauzan Jakfar selaku pengelola bus dengan pelat merah tersebut. Dia memang mengakui bus yang beredar dalam video tersebut dengan pelat merah nomor M 7032 GP yang merupakan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.

“Saat ini BUMD melakukan investigasi dengan pihak kepolisian di Trawas, Mojokerto,” katanya, Rabu (24/11/2021).

Dia menduga, yang melakukan aksi penyalahgunaan aset pemerintah itu merupakan oknum sopir dan kernet. Saat ditanya mengenai asal usul sopir dan kernet itu, Fauzan menduga dari Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan. Sebab, selama ini, kendaraan itu terparkir di halaman Dishub Bangkalan.

“Informasi yang saya dapat, kenapa bus itu bisa sampai sana disewa untuk mengantarkan mahasiswa di Bangkalan,” paparnya mengenai kronologis bus tersebut.

Jika terbukti bahwa sopir dan kernetnya melakukan penyalahgunaan aset negara. Dia sudah menyiapkan sanksi untuk mereka. Mengenai sanksinya, pihaknya akan langsung melakukan pemecatan terhadap keduanya. Saat ini, kondisi bus tersebut juga telah ada di Bangkalan.

“Sanksinya, nanti kalau terbukti sopir itu yang melakukan, sopirnya tidak akan dipakai lagi,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Bangkalan Agus Zein menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan kebenaran video yang beredar tersebut. Saat ini, pihaknya masih melakukan kroscek dan koordinasi dengan instansi terkait.

“Apa pun videonya, saat ini sedang diklarifikasi oleh Inspektorat dan kami Kominfo tidak bisa berandai-andai tentang hasil konfirmasinya,” singkat Agus.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *