Persiapan GSI Jatim, Disdik Sumenep Jaring Pemain Berbakat dengan Skema Baru

  • Whatsapp
(KM/IST) CARA JITU: Disdik Sumenep melakukan penyaringan pemain sepak bola tingkat SMP untuk persiapan Gala Siswa Indonesia (GSI).

Kabarmadura.id/SUMENEP-Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, mempunyai desain berbeda dalam menggelar seleksi kompetisi sepak bola Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dari tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Carto melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP Edy Suprayitno mengatakan, guna menjaring seluruh siswa yang mempunyai talenta di bidang sepak bola, maka proses seleksi GSI didesain berbeda.

Bacaan Lainnya

Tahun sebelumnya, prosesnya dilaksanakan dengan cara menggelar kompetisi antarsekolah, kemudian dicari yang terbaik. Namun pada tahun 2020 ini, Disdik punya cara sendiri, yakni dengan turun langsung ke setiap sekolah, baik swasta maupun negeri.

“Kalau tahun kemarin, sekolah yang jumlah siswanya tidak mencapai 11 orang, maka tidak dapat mengikuti kompetisi, kalau tahun ini berbeda, akan dirangkul semua sekolah yang mempunyai talenta,” katanya, Senin (9/3).

Wilayah tersebut di antaranya Kecamatan Pasongsongan, Lenteng, Gapura, dan Kecamatan Sumenep. Dengan demikian, proses pencarian pemain yang benar-benar mempunyai kemampuan atau keterampilan di dunia sepakbola lebih selektif.

Selain itu, alasan seleksi yang menyasar ke setiap sekolah, dilakukan untuk menjaring keterbatasan pemain, dengan cara menggabungkan dengan beberapa sekolah lain, sehingga dapat berbentuk tim kesebelasan.

“Dengan demikian kami ingin sekolah yang hanya memiliki satu dua pemain, seperti di kepulauan itu, juga mempunyai kesempatan yang sama untuk ikut seleksi ini, untuk dilakukan penjaringan,” imbuhnya.

Selain itu, penyelenggaraan seleksi GSI itu juga bertujuan untuk mencari bibit yang berpotensi membawa nama baik kabupaten paling timur di Pulau Madura ini di bidang persepakbolaan. Termasuk untuk menghadapi kabupaten-kabupaten lain pada laga di tingkat Jawa Timur (Jatim) nanti.

Dari proses seleksi, sampai saat ini sudah mengantongi dua puluh satu pemain yang dikategorikan terbaik, selanjutnya akan diseleksi atau disaring kembali sampai menemukan 18 pemain yang akan diberikan pelatihan khusus sebelum bertanding di kompetisi.

Pelatihan yang dimaksud, adalah akan diasah kembali keterampilan beserta menyetel tim selama 2 kali selama satu bulan, beserta akan difasilitasi untuk berlaga dengan U-15 dan antarkabupaten lain yang berada di Madura, sebelum puncaknya akan berlaga di level Jatim pada Agustus mendatang.

“Pada bulan April nanti, sudah sampai pada seleksi terakhir yaitu 18 pemain, dan akan terus dilatih itu,” pungkasnya. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *