oleh

Persiapkan Dua Tempat Wisata untuk Dibuka Kembali

Kabarmadura.id/Sampang-Kendati belum ada kepastian wabah Covid-19 akan berakhir, namun, Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Periwisata (Disporabudpar) Sampang, mulai mempersiapkan rencana pembukaan dua tempat wisata.

Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disporabudpar Sampang Imam Sanusi. Menurutnya, sejumlah sektor usaha wisata di Kota Bahari sudah ditutup selama tiga bulan lebih, akibat wabah covid-19.

Namun lanjut dia, saat ini dua tempat wisata mulai direncanakan untuk dibuka kembali, hanya saja belum bisa dipastikan kapan waktunya. Pihaknya mengaku tengah mempersiapkan menghadapi penerapan new normal.

“Tempat wisata yang dipersiapkan untuk dibuka kembali, yakni wisata pantai Camplong dan pantai Lon Malang dengan melaksakan protokol kesehatan, tapi masih belum ditentukan kapan akan dibuka, ” ungkap Imam Sanusi saat dihubungi Kabar Madura, Minggu (28/6/2020).

Dirinya menguraikan, salah satu pertimbangan pembukaan kembali sejumlah tempat wisata itu, karena aspek ekonomi dan kontribusi pendapatan. Mengingat selama beberapa bulan terakhir perekonomian masyarakat di kawasan wisata itu, nyaris lumpuh karena tidak ada aktivitas wisata, selain itu banyak pekerja di sektor wisata yang sudah lama “dirumahkan”.

Dirinya berjanji, untuk pembukaan kembali dua lokasi wisata itu, tetap mengikuti arahan pemerintah dan menjalankan protokol kesehatan. Saat ini pihaknya masih mematangkan rencana dan melakukan persiapan untuk pembukaan dua wisata tersebut.

“Kami saat ini masih fokus melakukan persiapan-persiapan untuk pembukaan dua lokasi wisata ini, tapi nanti kalau yang terpapar wabah ini sudah turun dan stabil baru tempat wisata ini bisa dibuka resmi,” urainya.

Sementara itu, General Manager Wisata Pantai Camplong Sampang Bambang Setiadi mengaku, pihaknya menyambut baik rencana pembukaan sejumlah tempat wisata itu. Bahkan pihaknya mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk melakukan promosi wisata di era new normal.

Dirinya mengaku hingga kini tetap merumahkan para karyawannya.  Yang masih bekerja hanya tinggal 1/3 dari jumlah kariyawan yang ada, yakni  hanya petugas kebersihan yang tetap masuk.

“Pada prinsipnya kami siap membuka dengan melaksanakan protokol kesehatan, bahkan kami sudah siapkan promosi wisata ini, tinggal nunggu surat edaran dari Pemkab saja,” tandasnya. (sub/pin)

 

 

Komentar

News Feed