Persiapkan Lomban, Warga Kejawan Menolak Tradisi Bersejarahnya Luntur

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MELESTARIKAN: Masyarakat saat menaiki perahu yang sudah diberi hiasan dan sesajen di laut Kamal, Bangkalan.

KABARMADURA.ID – Perayaan hari raya yang diiringi dengan perayaan Lomban tahun 2020, menjadi salah satu bukti, bahwa warga masih tidak ingin melupakan dan tetap melestarikan budaya dan sejarah yang dibawa oleh pendahulunya.

HELMI YAHYA, BANGKALAN

Bacaan Lainnya

Antusias warga Kampung Kejawan, Desa Kamal masih menggebu. Ingin menggelar perayaan itu tahun ini. Perayaan setiap satu tahun sekali tersebut kerap kali menjadi tontonan dan dihadiri berbagai masyarakat, baik dari lingkungan terdekat, bahkan dari luar daerah Bangkalan.

Para penonton itu sengaja datang untuk melihat dan menikmati langsung pemandangan perahu berhias berlayar di laut.

Perahu yang dihiasi kertas tersebut, dilengkapi berbagai makanan yang akan dilarungkan ke tengah laut. Sebelumnya sudah terlebih dahulu didoakan. Dengan menyatukan harapan dan do’a warga, agar diberikan keselamatan dan juga rezeki yang melimpah dari laut.

Salah satu pemuda dan anggota Karang Taruna Desa Kamal, Abdur Rohman menyampaikan, kegiatan rutinan itu juga akan dilakukan di tahun 2021. Dia meyakinkan bahwa kegiatan tersebut akan memberikan dampak baik bagi warga. Tentu tidak dengan percaya pada Lomban, melainkan pada doa dan izin Allah.

“Ini adalah do’a yang kami panjatkan bersama, sedangkan bentuk kegiatannya memang merupakan warisan para orang tua terdahulu,” ulasnya.

Persiapan menjelang perayaan Lomban sudah dilakukan sejak bulan puasa. Mulai dari pembuatan perahu dan hiasannya. Sebab, kegiatan itu akan dilakukan bertepatan pada hari raya ketupat atau tujuh hari setelah Idul Fitri mendatang.

Perayaan Lomban biasanya juga diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan, anak-anak, remaja, hingga dewasa di Kampung Kejawan, termasuk dari luar daerah. Selain mengharap barokah, mereka juga berebut makanan yang sudah dilarungkan.

“Semuanya sangat antusias, bahkan hingga puluhan perahu diterjunkan untuk mengikuti ini,” papar Rohman.

Selain melestarikan budaya, para pemuda juga ingin Lomban menjadi salah satu kegiatan khas Desa Kamal. Sehingga bisa mendukung kemajuan promosi desa.

Namun para pemuda masih berada di masa dilematis. Sebab, khawatir perayaan tersebut tidak diperbolehkan karena menimbulkan kerumunan. Tetapi setelah dicoba mengurus izinnya, kegiatan tersebut diizinkan dengan protokol kesehatan yang tertib.

“Kami sudah koordinasikan, dan sekarang kami sedang mempersiapkan berkas permohonannya,” pungkasnya. (hel/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *