Pertalite Tidak Turun, ESDA Sumenep Didesak Intervensi Pertamina

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) DIBIARKAN: Di Sumenep penurunan pertalite masih belum bisa dinikmati.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Kabar penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite yang tidak direspon oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, mendapat sorotan dari Komisi II DPRD Sumenep.

Sebagaimana diketahui, Pertamina melalui Program Langit Biru (PLB) memberikan promosi harga pertalite seharga premium untuk wilayah Madura. Harga BBM dengan oktan lebih rendah dari premium itu dihargai Rp6.450 per liter , atau sama dengan harga premium.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi ll DPRD Sumenep Juhari menyayangkan atas sikap kurang respon terhadap penurunan harga tersebut. Padahal BBM sangat berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Anehnya, dari empat kabupaten di Madura, hanya Sumenep yang tidak bisa menikmati program penurunan tersebut.

“Yang dalam hal ini, bagian ESDA selaku tangan kanan pemkab harus lebih peka terhadap informasi. Masak isu seperti lebih peka masyarakat. Hanya Sumenep yang belum menikmati, sementara lainnya sudah, Pamekasan, Sampang, Bangkalan ” katanya, Rabu (25/11/2020).

Koordinasi itu, imbuh politisi PPP itu, mestinya segera dimaksimalkan, apalagi pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sendiri mempunyai unit usaha perdagangan BBM.

Diketahui, penurunan harga pertalite yang sebelumnya sebesar Rp7.650 per liter, kini diturunkan menjadi Rp6.450 atau lebih rendah Rp1.200 per liter dari harga pertalite sebelumnya.

Kebijakan tersebut berlaku untuk konsumen kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga, angkutan umum kota (angkot), mobil penumpang umum (MPU).

“Makanya jika peka terhadap informasi, otomatis pasti ada sikap untuk mengkoordinasikan, kasihan masyarakat masak mau menikmati penurunan mau beli ke kabupaten lain,” imbuhnya.

Alasan Sumenep baru bisa menikmati turunnya harga pertalite awal Desember mendatang, sampai saat ini belum ada kejelasan.

“Kalau bisa hari ini, kenapa masih menunggu bulan depan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Energi Sumber Daya Alam (ESDA) Sekretariat Kabupaten Sumenep Muhammad Sahlan mengaku baru melakukan sosialisasi kesiapan stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU). Sehingga belum bisa memberi kepastian kapan penurunan harga pertalite tersebut diterapkan.

“Terkait itu, berhubung dengan petunjuk pak bupati harus melakukan sosialisasi ke setiap SPBU di Sumenep,” ungkapnya. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *