Pertikaian Rumah Tangga Jadi Pemicu Perceraian

  • Whatsapp
(Km/khoyrul umam syarif) PERCERAIAN: Terlihat masyarakat yang sedang melakukan proses persidangan di Pengadilan Agama (PA) Pamekasan.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Angka perceraian Kabupaten Pamekasan terus melonjak. Berdasarkan data yang dihimpun dari Pengadilan Agama (PA) setempat, hingga bulan November 2019, tercatat putusan atas perkara perceraian, sebanyak 1.426, jumlah itu meningkat dari total putusan pada tahun 2018 sebanyak 1.371 perkara.

Panitera Muda (Panmud) Hukum PA Pamekasan Hery Kushendar mengungkapkan, faktor pertengkaran dan perselisihan secara terus menerus, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), ada yang meninggalkan pasangannya secara sepihak, dan kurang terpenuhinya nafkah dalam keluarganya.

“Kalau yang paling banyak yaitu perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus itu,” tuturnya, Senin (16/12/2019).

Dia juga mengutarakan, ada proses mediasi yang dilakukan oleh pihak pengadilan, namun jika sudah dilakukan mediasi tidak ada titik temu, maka secara otomatis akan dilanjutkan kepada proses pokok permasalahan yang diajukan oleh setiap pasangan.

Terlebih, secara aturan pada setiap persidangan memang wajib ada mediasi antara pihak pemohon dan pihak termohon, dan upaya itu dilakukan secara berlanjut pada setiap proses persidangan.

“Sebenarnya kami tidak menghendaki perceraian, jadi sebisa mungkin orang yang mengajukan perceraian kesini, pulangnya tidak bercerai,” pungkasnya. (rul/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *