Perubahan APBD Sumenep Ditarget Rampung 28 September 2021

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Humas DPRD for Kabar Madura) BERPROSES: Pembahasan Reperda Perubahan APBD Sumenep tahun anggaran 2021 ditarget selesai pada Selasa (28/9/2021) mendatang.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep terus dikejar waktu. Pembahasan rancangan peraturan daerah (reperda) perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep 2021 ditarget rampung 28 September 2021.

Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir mengatakan, setelah menajalani serangkaian pembahasan yang intens, pada Selasa (28/9/2021), digelar rapat paripurna terakhir mengenai persetujuan bersama tentang Perda APBD perubahan tahun 2021.

Bacaan Lainnya

Sebab, pada Rabu (30/9/2021) merupakan jadwal terakhir untuk mengajukan draft ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

“Jika 30 September 2021 tidak diajukan pada Pemprov Jatim, maka Pemkab Sumenep dianggap tidak ada perubahan APBD 2021,” katanya, Rabu (22/9/2021).

Sebelumnya, pada Selasa (21/9/2021), telah dilaksanakan pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sumenep dalam konteks pembahasan raperda tentang perubahan APBD TA 2021.

Sebagaimana diatur dalam peraturan DPRD Sumenep Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Tata Tertib DPRD, hal itu merupakan rangkaian dari pembicaraan tingkat I yang disampaikan untuk memberikan tanggapan terhadap nota penjelasan raperda perubahan APBD TA 2021 yang telah disampaikan oleh kepala daerah dalam rapat paripurna sehari sebelumnya.

Sedangkan pada Rabu (22/9/2021) dilaksanakan rapat paripurna mengenai jawaban bupati terhadap penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi yang dibacakan oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

“Alhamdulllah pelaksanaan berjalan khidmat,” ujarnya sembari menegaskan bahwa rata-rata rapat paripurna raperda APBD perubahan selalu quorum, karena selalu dihadiri 60 orang legislator.

Penambahan anggaran di perubahan APBD 2021 yang semula diproyeksikan sebesar Rp208.220.396.493, namun bertambah menjadi Rp231.717.758.070, atau naik 111,28 persen menjadi sebesar Rp439.938.154.563. Sedangkan pengeluaran pembiayaan pada APBD 2021 tetap sebesar Rp45 miliar.

Pada APBD perubahan itu lebih menekankan pada penangana dampak wabah Covid-19 yang berkaitan dengan sosial ekonomi dan juga pada kegiatan fisik. Termasuk bantuan sosial pada masyarakat pengusaha kecil menengah dan lainnya..

Hamid menambahkan, draf hasil pembahasan yang diajukan pada Pemprov Jatim akan dievaluasi paling lambat selama 14 hari. Ketika tidak ada masalah, maka kegiatan terus berjalan.

“Semoga tidak ada masalah yang signifikan. Apa yang kita usahakan benar-benar bernilai positif,” tutupnya.

JADWAL KEGIATAN KETERANGAN
Senin, 20 September 2021 Nota keuangan raperda APBD perubahan TA 2021  
Selasa, 21 September 2021 Pandangan umum fraksi – fraksi terhadap nota keuangan raperda APBD Perubahan TA 2021  
Rabu, 22 September 2021 Jawaban bupati Sumenep atas pandangan fraksi-fraksi nota keuangan raperda APBD Perubahan TA 2021  
Kamis, 23 September 2021 Pembahasan tingkat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumenep dan Tim Anggaran (Timgar) Sumenep  
Selasa, 28 September 2021 Penandatanganan kesepakatan pengesahan perda perubahan APBD TA 2021  
29-30 Septetember 2021 Peyerahan draft pada Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) Pemprov Jatim mengevaluasi hasil pembahasan raperda perubahan  APBD 2021 paling lambat 14 hari

Sumber: Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Sumenep

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *