Perumdam Pamekasan Ngotot Minta Rp195 M, Termasuk Modal 41 Tahun Lalu

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) TAK JELAS: Bapemperda DPRD Pamekasan belum terima draft rencana bisnis yang dimintanya dari Perumdam Tirta Jaya.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Permintaan modal dasar oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Trita Jaya sebesar Rp195 miliar, diakui sangat diperlukan oleh Direktur Perumdam Tirta Jaya Agus Bachtiar.

Sebab menurutnya, saat perusahaan yang awalnya bermana Parusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan itu berdiri pada tahun 1980an, modal dasar yang diterima hanya Rp1,5 miliar.

Bacaan Lainnya

Dengan adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) yang mengharuskan PDAM berubah menjadi Perumdam, pihaknya sekalian mengajukan perubahan nomenklatur sekaligus penambahan modal dasar. Dia mengaku telah menyampaikan rencana bisnis jangka panjang dari tahun 2020 hingga tahun 2023 ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan.

“Tapi itu sampai uang habis. Bisa saja uang itu habis sampai pada tahun 2024, bisa saja habis 2022,” ungkap direktur yang sudah memimpin perusahaan itu sejak era 1990an tersebut.

Dijelaskannya, rencana pengelolaan modal dasar itu nantinya untuk pengembangan perusahaan. Salah satu di antaranya yaitu peningkatan kompetensi pegawai, peningkatan pelayanan dan peningkatan cakupan pelayanan dan pertumbuhan pelanggan. Penanganan kehilangan air dan peningkatan efisiensi produksi serta pengadaan dan pemasangan watermeter induk.

“Sudah kami jelaskan itu ke DPRD,” terangnya.

Di lain pihak, Wakil Ketua Bapemperda DPRD Pamekasan Wardatus Sarifah mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menerima draft penjelasan mengenai rencana pengelolaan keuangan modal dasar yang diminta Perumdam Tirta Jaya.

Kata wanita dengan sapaan Warda ini, berdasarkan penjelasan pihak Perumdam Tirta Jaya, modal dasar Rp195 miliar itu termasuk modal yang diterima sebelumnya, yakni sebesar Rp49 miliar, rinciannya, Rp1 miliar untuk modal dasar saat PDAM Pamekasan didiriakan dan penyertaan modal Rp48 miliar yang diterima beberapa tahun sebelumnya.

Dengan penyertaan modal yang diajukan tahun ini sebesar Rp146 miliar, totalnya menjadi Rp195 miliar.

Menurutnya, rincian modal dasar yang Rp49 miliar sudah cukup jelas, namun rincian penggunaan yang Rp146 miliar mash belum jelas.

“Karena tidak jelas perencanaan binisnya, target dan program setiap tahunnya,” terang politisi Partai Nasdem itu. (ali/waw)

RINCIAN WAKTU PERENCANAAN TAHUN 2020-2023

NO SUMBER DATA   JUMLAH PORSI BIAYA (%)
2020 2020 2021 2022
1. APBN 51.315.479 57.234.000 22.000.000 250.000 132.788.479 91,36
2. APBD 7.117. 640 152.800 168.000 208.088 7.646.528 5,26
3. Alternatif pembiayaan lainnya 25.288 25.288 25.288 25.288 101.150 0,07
4. PDAM 1.442.788 1.442.788 1.150.258 1.075.000 4.318363 3,31
jumlah 59.901.194 58.462.375 25. 332.575 1.558.375 145.254.519 100,00

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *