Perusahaan Abai PPKM, Disnaker Sumenep Ancam Laporkan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) DIBATASI:Harusnya 50 persen maksimum karyawan work from office (WFO).

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Tidak hanya lembaga pemerintah, namun juga perusahaan diwajibkan memberlakukan work from office (WFO) pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Pada saat jam operasional maksimal 50 persen karyawan yang bekerja di kantor. Selebihnya harus mengikuti aturan, yakni bekerja dari rumah.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumenep Kamarul Alam menjelaskan, sesuai dengan petunjuk Kementerian Ketenagakerjaan yang meminta manajemen perusahaan dan pekerja untuk mematuhi kebijakan pemerintah tentang pemberlakuan PPKM.

Dia juga mengaku sudah menginstruksikan kepada para perusahaan agar untuk turut membantu pelaksanaan Satgas Covid-19 dalam mengawal pelaksanaan PPKM Darurat. Sebab salah satu aturan PPKM darurat yaitu sektor esensial diberlakukan 50 persen maksimum karyawan WFO atau bekerja dari kantor dengan menerapkan protokol kesehatan. Sementara itu sektor non-esensial menerapkan 100 persen work from home (WFH) atau bekerja dari rumah selama masa PPKM Darurat.

“Sudah kami sampaikan edarannya ke perusahaan-perusahan, namun memang kami tidak bisa memaksa meski tidak sepenuhnya diikuti oleh perusahaan,” kata dia.

Dia mengatakan kedisiplinan semua kelompok dalam mematuhi protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam PPKM Darurat merupakan upaya perlindungan atas keberlangsungan usaha, sekaligus melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerja di tempat kerja.

Namun di sisi lain ketika ada yang melanggar aturan, pihaknya tidak diberikan kewenangan untuk memberikan sanksi, hanya mampu mengimbau saja. Apalagi menurut dia di Kota Keris tidak semua perusahan kategori besar.

“Pengawasan kami tidak bisa menjadwal karena masih disibukkan dengan perkara lain, apalagi kami sebenarnya hanya berwenang melaporkan tidak bisa memberikan sanksi sendiri,” pungkasnya. (ara/mam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *