Perusahaan di Bangkalan Berjatuhan Digulung Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) BEROPERASI: Salah satu perusahaan air minum di Bangkalan yang tetap berjalan aktivitasnya seperti biasa.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Jumlah pekerja yang kehilangan mata pencahariannya sepanjang tahun 2020, ternyata cukup banyak. Dari catatan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bangkalan, lebih dari 100 orang mandek kerja. Mereka ada yang dirumahkan, pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga diputus kontrak.

Pekerja yang diberhentikan itu di antaranya 115 orang yang dirumahkan, 2 orang di-PHK dan 3 orang selesai kontrak. Tenaga kerja yang dimandekkan itu dari 10 perusahaan di Bangkalan.

Bacaan Lainnya

Selain tenaga kerja yang harus kehilangan pekerjaan selama wabah Covid-19, juga ada perusahaan yang mengalami gulung tikar. Setidaknya ada lima perusahaan yang tidak beroperasi. Lima perusahaan tersebut antara lain PT Bintang Timur Samudera (BTS), Rumah Makan Ole Olang, Peri Kecil, Athiya Batik dan Pesona Batik. Tidak bekerjanya tenaga kerja di Bangkalan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ya yang jelas kenaikannya signifikan di tahun 2020 ini,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Jaringan Sosial Disnaker Bangkalan Titin Suhartini, Rabu (20/1/2021).

Menurut Titin, karyawan yang di PHK dan dirumahkan memiliki pengertian berbeda. Jika di-PHK, mereka tidak bisa bekerja lagi di perusahaan tersebut. Sedangkan, pekerja yang dirumahkan bisa bekerja kembali setelah kondisi kembali normal.

Dari 10 perusahaan tersebut, PT BTS merumahkan 60 karyawannya, Tresna Art 10 orang, Rumah Makan Ole Olang 12 pekerja, PT Murni Berlian Motor 1 orang dan 3 orang habis kontrak. Lainnya, ada UMKM Peri Kecil 3 orang, Athiya Batik dan Pesona masing-masing 7 orang, Rumah Makan Bebek Rizky 15 karyawan.

Atas kondisi itu, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Rokib berharap pemerintah daerah bisa memperpanjang bantuan kepada UMKM yang gulung tikar untuk pemulihan ekonomi. Sehingga, tenaga kerja yang dirumahkan bisa kembali bekerja.

“Hampir setahun, harus ada bantuan lagi dari pemerintah daerah, karena ini juga tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir wabah ini,” pungkasnya. (ina/waw)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *