Pesantren Diwajibkan Terapkan Pembelajaran Daring selama PPKM

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) WAJIB DARING: Kemenag tekankan semua aktivitas secara tatap muka di pondok pesantren wajib dihentikan selama PPKM darurat.

KABAMADURA.ID, SUMENEP-Masih aktifnya kegiatan di pondok pesantren (ponpes) di Sumenep yang dilakukan secara pertemuan tatap muka (PTM), sudah tidak dianjurkan lagi selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Penegasan itu disampaikan Plt Kepala Seksi Pendidikan Diniyah (PD) dan Pondok Pesantren (Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep Muh. Rifa’i Hasyim. Selama PPKM darurat, seluruh ponpes diwajibkan melakukan aktivitas secara daring. Ketentuan itu juga termasuk pada pelaksanaan sekolah di madrasah diniyah (MD).

Bacaan Lainnya

“Sebanyak 411 ponpes di Sumenep kami tekankan untuk melaksanakan secara daring, apalagi saat ini PPKM di Sumenep masuk level 4,” katanya, Selasa (3/8/2021).

Diinstruksikan berhenti PTM tersebut, diharapkan sebagai bentuk ikhtiar dalam mencegah dan memutus penyebaran Covid-19. Menurutnya, Sumenep yang mendapatkan PPKM Level 4, bertanda sebagai lampu merah. Artinya, semua aktivitas wajib menerapkan protokol Covid-19 yang ketat.

Menurut Hasyim, kegiatan sekolah termasuk pondok pesentren merupakan salah satu sektor yang dianggap memiliki potensi besar dalam penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya mengatakan, semua pelanggaran yang dilakukan oleh pondok pesantren akan ditindak. Dalam pengawasannya, pihaknya menugaskan tim satgas Covid-19 di masing-masing kecamatan maupun desa.

“Kami berharap, semua aktivitas di Sumenep hususnya di sekolah wajib daring,” ucap Ferdiansyah. (imd/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *