Pesantren yang Belum Urus Ijop Terancam Tidak Dapat Bantuan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) PERLU DITEGASKAN: Pondok pesantren di Sumenep yang belum mengurus izin operasional (Ijop) tidak akan menerima bantuan dari pemerintah. 

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Hingga saat ini, izin operasional (Ijop) pada pondok pesantren (pontren) di Sumenep masih belum rampung. Bahkan, Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep belum memiliki target yang jelas mengenai penyelesaian Ijop pontren.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep Muh. Rifa’i Hasyim mengaku tidak meng-update data pesantren yang telah mendaftar, “Kami masih belum fokus Mas, bahkan tidak update lagi terhadap data itu,” katanya, Selasa (12/10/2021)

Bacaan Lainnya

Menurutnya, program tersebut sudah sejak akhir 2020 lalu. Sehingga, Kemenag saat ini mengeluarkan kebijakan baru, yaitu lembaga sudah masuk Education Management Information System (Emis) tidak harus mendaftar ulang. Berdasarkan data sebelumnya, ada 247 pontren yang telah mendaftar ulang, dari jumlah total 411 pontren. 

“Bagi pontren yang sudah terdaftar di Emis, maka nantinya Ijop akan diterbitkan oleh Direktorat PD dan Pontren tanpa mengajukan izin  baru. Tetapi, bagi pontren yang lama maupun baru tetapi tidak masuk Emis, wajib mengajukan izin baru,” ujarnya. 

Dia mengatakan, total pontren terdaftar sebanyak 411. Rinciannya, pontren lama sebanyak 388 dan pontren baru sebanyak 22. Sedangkan, pontren yang mengusulkan sebanyak 167 dan yang belum mengusulkan sebanyak 247.

 “Jadi, yang sudah terbit sebanyak 91 pontren, positif berpotensi mendapatkan bantuan. Yang belum terbit sebanyak 76 pontren, masih sulit dapat bantuan. Tetapi, lebih mudah daripada yang tidak mengurus sama sekali,” tandasnya. 

Menurutnya, saat ini masih banyak pontren yang tidak mengurus izin. Sehingga menurutnya, pengurusan Ijop seakan terhenti di tengah jalan. Ia menambahkan, perlu kesadaran masing-masing pontren. Sebab, pontren terancam tidak mendapatkan bantuan, jika tidak mengurus Ijop.

“Kami terus melakukan sosialisasi kepada pondok pesantren, agar cepat mengurus Ijop,” pungkasnya. 

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *