Pesawat Latih TNI AL Hilang Kontak, Nelayan Sempat Melihat Lokasi Jatuh


Pesawat Latih TNI AL Hilang Kontak, Nelayan Sempat Melihat Lokasi Jatuh
(KM/HELMI YAHYA) DICARI: Petugas Polres Bangkalan menunjukkan area pencairan Tim SAR dan Koarmada II di sekitar Pulau Karang Jamuang, wilayah perbatasan Selat Bangkalan dan Gresik.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Pesawat latih milik TNI AL tipe Bonanza G-36 dengan nomor registrasi penerbangan T-2503 mengalami hilang kontak di perairan perbatasan Selat Madura dan Gresik, Rabu (7/9/2022).

Insiden tersebut diketahui sejak adanya laporan dari dari MCC tower Bandara Internasional Juanda Surabaya pada pukul 10.35. Sehingga upaya pencarian segera dilakukan langsung tim SAR dan Komando Armada (Koarmada) II, Ujung, Surabaya.

Pesawat latih tersebut tercatat lepas landas dari Bandara Juanda pada pukul 08.45, kemudian diketahui berisi pilot dan co pilot atas nama Yudistira dan Dendi.

Insiden tersebut terlihat oleh salah satu warga Desa Sembilangan Bangkalan, Eko. Dia saat itu berada di kebun melihat pesawat warna abu-abu dari kejauhan, sekitar 1 kilometer, tidak terkontrol.

"Saya saat itu ada di kebun, sekitar pukul 10.30 lebih, ada satu pesawat abu-abu terbangnya tidak menentu, seperti tidak bisa terkontrol," tuturnya.

Pria 47 tahun itu juga mengaku mendengar suara pesawat yang tiba-tiba berubah saat terlihat lepas kontrol. Tetapi karena posisinya jauh, saat itu Eko sedang membersihkan kebun, sehingga tidak terlihat pesawat tersebut jatuh disebelah mana.

"Selain pesawat sudah oleng, bunyi mesinnya juga berubah, terdengar kasar," ungkap dia.

Berdasarkan informasi tambahan yang didapatkan oleh Kabar Madura, ada salah satu nelayan asal Bangkalan yang sedang melaut melihat bahwa pesawat tersebut jatuh di dekat tanda batas Selat Bangkalan dan Gresik. Pesawat kecil itu jatuh pada jalur yang biasa dilewati kapal besar menuju Pelabuhan Tanjung Perak.

"Saya tadi memang melihat, pesawat kecil jatuh di sekitar pembatas selat, di jalur yang biasa dilewati kapal besar," jelas Musleh saat memberikan keterangan.

Sedangkan Kasat Sabhara Polres Bangkalan AKP Harifi Kohar menyampaikan, tim dari polisi dan TNI Bangkalan sudah mencoba untuk mendekat dan menawarkan bantuan. Tetap dari pihak TNI Angkatan Laut meminta agar dirinya beserta tim tidak mendekat terlebih dahulu dan menunggu informasi perkembangan pencarian dari beberapa kapal milik TNI AL.

"Saya tadi bawa dua kapal milik polair dan juga dibantu PT Adiluhung, tapi diminta kembali dan menunggu info perkembangan," ucapnya memberikan penjelasan.

Sedangkan Humas PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia Ahmad Fatoni juga membenarkan adanya informasi mengenai pesawat latih milik TNI AL yang jatuh. Kemudian sekitar pukul 11.00 ada satu helikopter yang datang untuk membantu pencarian.

"Iya memang ada pesawat yang jatuh, kalau dari Adiluhung sekitar 2 kilometer ke tengah laut," terangnya singkat.

Hingga berita ditulis, dari pengamatan Kabar Madura, ada sekitar tiga kapal yang membantu pencarian pesawat tersebut. Kapal tersebut milik TNI AL dengan kode lambung 521 dan 335 dan satu lagi berwarna kecoklatan. Hingga pukul 18.00, pencarian terus dilakukan dan salah satu kapal terlihat kembali ke pangkalan di Surabaya.

Ketika hendak dikonfirmasi pada Komandan Lanal Batuporon Letkol Laut (P) Mahfud Efendi, dia menjawab bahwa informasi yang didengar olehnya juga belum jelas. Hal tersebut juga kompak disampaikan oleh Komandan Distrik Militer (Kodim) Bangkalan 0829 Letkol Infanteri Syarifuddin Liwang. Pihaknya juga masih mengumpulkan informasi yang jelas dan lebih lengkap. Sehingga belum bisa memberikan tanggapan atau komentar apa pun.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna