oleh

Peserta BPAN Menurun Drastis

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Peserta Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) di Pamekasan menurun drastic. Dari total peserta BPAN pada tahun 2017-2018 sebanyak 9000 jiwa. Tahun ini kepesertaan BPAN tinggal 173 Nelayan.

Padahal, jumlah nelayan di Pamekasan terbilang banyak. Dari enam kecamatan yang berada di wilayah pesisir, yakni Kecamatan Pasean, Batu Marmar, Larangan, Galis, Pademawu, dan Tlanakan, tercatat sekitar 14 ribu nelayan yang terdaftar di Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan.

Kepala Dinas Perikanan Pamekasan Nurul Widiastuti melalui Kasi Pengendalian dan Perlindungan Nelayan Kecil Bambang Budi Santoso menyampaikan, kepesertaan BPAN menurun disebabkan oleh rendahnya minat nelayan.

Bahkan para nelayan menganggap asuransi yang diikuti merupakan sesuatu yang tidak penting. Padahal melalui program asuransi itu, para nelayan mendapatan mendapatkan sejumlah keuntungan.

Salah satunya jaminan jiwa jika terjadi kecelakaan kerja saat beraktivitas. Melalui BPAN, nelayan yang mengalami kecelakaan saat penangkapan ikan mendapatkan klaim Rp200 juta. Kemudian cacat tetap mendapat Rp100 juta, dan biaya pengobatan Rp20 juta. Dan kematian akibat kecelakaan kerja Rp160 juta

“Rendahnya minat masyarakat membuat para nelayan enggan ikut program asuransi,” katanya Rabu (1/5)

Bambang mengaku, pihaknya sudah melakukan beragam upaya. Bahkan pihaknya telah meningkatkan intensitas kegiatan sosialisasi pada sasaran asuransi. Sosialisasi tidak hanya dilakukan melalui kelompok nelayan.

Lebih dari itu, pihaknya melakukan pendekatan secara personal dengan turun langsung ke desa-desa nelayan. Namun hal itu belum mampu menggugah minat nelayan untuk ikut asuransi.

Bahkan, upaya pemerintah dengan kembali membuka pendaftaran asuransi mandiri, yang semua pembiayaannya ditanggung nelayan hingga juragan nelayan itu sendiri, tidak memberikan hasil yang signifikan.

Padahal, juragan para nelayan atau pemilik kapal sudah bersedia untuk membayarkan premi asuransi per bulan, dengan catatan, para nelayan harus tetap ikut pada kapal juragannya.

“Kami harap ada pmeningkatan tahun ini,” harapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno menyampaikan,  program asuransi harus tetap dimaksimalkan. Dinas terkait perlau melakukan evaluasi terhadap realisasi program tersebut. Sebab merosotnya kepesertaan asuransi dari tahun ketahun menjadi PR besar.

“Komitmen diri dan juga meyakinkan masyarakat untuk ikut asuransi nelayan,” paparnya (km45/pin)

Komentar

News Feed