oleh

Peserta Seleksi Komisaris Bank Keberatan Tes Kesehatan Ditarik Rp950 Ribu

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Rekrutmen komisaris di PT. BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang (BPRS BASS) mendapat keluhan dari calon peserta tes. Pasalnya, biaya tes kesehatan yang ditentukan panitia seleksi (pansel), dinilai cukup membebani. Terlebih masih di tahap awal tes.

Salah satu pendaftar, sekaligus Direktur Operasional PT. BPRS BAS Sampang, Khalid Faruqi, mengeluh soal  yang mahalnya biaya tes kesehatan di RSUD dr. Mohammad Zyn yang mencapai Rp950 ribu. Biaya itu dibebankan kepada semua pendaftar.

Sementara dalam pengumuman di panitia, tidak disebutkan sebelumnya bahwa dana tes kesehatan ditanggung masing-masing peserta. Sehingga hal itu menjadi salah satu keberatan oleh sejumlah peserta.

“Ini bukan saya yang mengatakan terlalu mahal. Tapi beberapa calon peserta lain juga sama. Sehingga ini sangat merugikan karena tidak ada informasi lebih awal,” katanya.

Dikatakan, sejumlah pihak menilai ada kerja sama antara RSUD Zyn dengan pansel. Bahkan sejumlah calon peserta menyebut ada penipuan. Sebab, semua peserta tes diarahkan ke RSUD Moh. Zyn.

“Di pengumuman tidak ada biaya apapun. Sehingga saya berinisiatif mendaftar. Namun ternyata di rumah sakit banyak yang kaget. Sebab harus membayar uang tes kepada manajemen RSUD Moh. Zyn,” ucap Khalid.

Dengan kondisi itu, Khalid merasa ditipu. Sebab semua pendaftar diminta membayar secara mendadak. Sehingga dinilai ada unsur penipuan dalam proses rekrutmen komisaris BPR BASS.

Khalid menyarankan agar tidak ada permainan sejak awal diumumkan. Sehingga semua peserta tidak kaget. Hal ini dinilai bukan soal nominal saja. Namun cara pansel membuat peserta curiga ada bentuk kerjasama penipuan dengan rumah sakit.

Sementara itu, Direktur Utama PT BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang Syaifullah saat dikonfirmasi mengaku belum bisa memberikan keterangan. Dengan alasan masih ada rapat internal.

“Nanti saya telepons. Sekarang masih ada rapat,” ucapnya singkat. (man/waw)

 

Komentar

News Feed