Peserta Terbaik MTQ Jatim XXIX Akan Diikutkan MTQ Nasional

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) CARI DUTA TERBAIK: Pelaksanaan MTQ Jatim XXIX sebagai momentum pemilihan kafilah terbaik untuk diikutsertakan pada ajang MTQ tingkat nasional.

KABARMADURA.ID |PAMEKASAN-Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Jawa Timur ke-29 (MTQ Jatim XXIX) di Pamekasan sudah berjalan empat hari. Hasil dari perhelatan akbar dua tahunan ini akan menjadi tolok ukur calon perwakilan Jatim pada MTQ tingkat nasional.

Ketua Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jatim KH. Abdul Hamid Abdullah mengatakan, bahwa seleksi ketat dari setiap perlombaan menjadi salah satu cara untuk memilih duta terbaik Jatim yang akan diikutsertakan pada MTQ tingkat nasional.

Bacaan Lainnya

“Bisa terpilih calon-calon yang terkuat. Sehingga, ketika  MTQ nasional bisa meningkatkan peringkat,” paparnya, Minggu (7/11/2021).

Ia juga menambahkan, pada pelaksanaan MTQ nasional, posisi Jatim berada di peringkat 5/ Namun, berkat dukungan semua pihak dan usaha dari kafilah, pada tahun lalu, posisinya bergeser menjadi peringkat 3. Sebab itu, pada tahun berikutnya, pihaknya menargetkan berada di peringkat 1.

“MTQ di Pamekasan ini, penyelenggaraannya sangat luar biasa, karena masih dalam pandemi. Sehingga persiapannya betul-betul matang, pemerintah dan masyarakat, semuanya ikut terlibat, alhamdulillah indah sekali,” ulasnya.

Sedangkan, sistem penjurian MTQ Jatim XXIX, ia menuturkan, telah sesuai regulasi. Sebab, para dewan hakim telah diberikan pembinaan, pelatihan, dan bahkan disumpah untuk berlaku adil dalam menilai peserta dari berbagai cabang lomba.

“Mereka (dewan hakim) dibekali dengan pelatihan perhakiman, dibekali dengan keilmuan, mereka sudah disumpah, dan yang tidak ahli akan kelihatan. Apabila nilainya terlalu menonjol, bisa dipertanyakan,” ujarnya.

Dijabarkannya, untuk sistem penjurian MTQ Jatim, sudah ditiru oleh  panitia MTQ Nasional. Namun, untuk live skornya, masih belum berani menerapkan, seperti apa yang telah dilaksanakan pada MTQ tingkat Jatim.

“Harapannya, MTQ ini sebagai syiar, masyarakat bisa semakin senang membaca Al-Qur’an, memahami kandungannya, dan bisa mengamalkan,” tuturnya.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

Redalktur: Muhammad Aufal Fresky

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *