Pesona Bukit Seleret: Keindahan Alam Berbalut Cerita Mistis

  • Whatsapp

GALIS BANGKALAN-Potensi wisata seringkali tidak terbaca oleh masyarakat, padahal di era digital seperti sekarang sangat berpeluang menjadi lumbung peningkatan perekonomian masyarakat.

Desa Pakaan Laok yang berada di Kecamatan Galis, Bangkalan terkenal dengan potensi alamnya. Beberapa bukit menjulang menyediakan pesona keindahan hijau. Tentu saja hal tersebut yang  menjadi salah satu latar belakang Kelompok KKN 57 Universitas Trunojoyo hadir di desa itu, untuk menjadikan salah satu bukit yang paling berpotensi sebagai objek wisata di Bangkalan.

Tujuan tersebut yang sudah dirancang oleh seluruh anggota kelompok, juga turut didukung oleh Azizah, dosen bidang hukum Universitas Trunojoyo Madura, yang juga sebagai DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) Kelompok 57.

Perempuan asal Sidoarjo itu menginginkan segala potensi di Pakaan Laok harus dikembangkan dengan baik. Segala apa yang sudah didapat saat di bangku kuliah harus diamalkan dengan maksimal sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Hal tersebut kemudian menjadi pendorong semangat kita, untuk berupaya menggali data tentang bukit-bukit yang ada. Setelah penggalian data tentang potensi alam, ada salah satu bukit yang menjadi sasaran kita untuk dijadikan sebagai potensi jual pengunjung. Bukit tersebut adalah Bukit Seleret. Dalam Bahasa Madura Seleret  berarti digeser.

Selain memiliki pesona keindahan pepohonan hijau dan puncaknya yang bisa melihat langsung birunya laut Bangkalan, di bukit tersebut juga tersimpan cerita mistik.  M. Aljuni Sauni salah seorang penduduk Dusun Barung yang juga guru Madrasah Diniayah Al Futuhiyah menjelaskan bahwa bukit tersebut menyimpan cerita mistis, salah satunya adalah kisah seorang tokoh yang menyerret sebuah bukit yang konon dari usahanya itu terciptanya Bukit Seleret,  sehingga masyarakat Desa Pakaan Laok menyebuutnya sebagai Bukit Seleret.

Tidak itu saja, di bukit tersebut juga terdapat beberapa tokoh besar yang dimakamkan di tempat itu. Salah satunya adalah makam Syeh Abdurrohman Alqodri yang belum diketahui masa pastinya usia makam tersebut.

Dari data tersebut kurang lebih selama empat hari (6-8/07) kami dapatkan, beberapa anggota KKN Kelompok 57 datang dari pagi hingga mulai petang. Untuk membersihkan dan membuat informasi rute ke Bukit Seleret. Tidak itu saja, kita juga membuat sebuah tulisan “Bukit Seleret” di puncak bukit, dengan tujuan mampu menarik pengunjung yang mau melihat keindahan alam atau berziarah.

Setelah upaya kecil tersebut, kita juga tidak lupa mempromosikan bukit tersebut di segala bentuk media sebagai cara kita mempopulerkan Bukit Seleret, sehingga diharapkan pada akhirnya menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Bangkalan.

Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura, kelahiran lamongan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *