oleh

Petambak Enggan Ikut Program Integrasi Lahan Garam

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Program penambahan lahan garam terintegrasi di desa Polaga Kecamatan Galis terancam batal. Pasalnya, masyarakat enggan mengikuti program lahan terintegrasi.

Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan dan Pengembangan Kawasan Budidaya Dinas Perikanan Pamekasan, Muzanni mengatakan, awalnya lokasi yang diajukan ke kementerian dan perhutani adalah lahan integrasi yang ada di Desa Majungan Kecamatan Pademawu. Namun sampai saat ini rekomendasi belum turun.

“Yang di daerah Polagan itu terdiri dari 4 pemilik justru setelah dilakukan penelusuran ulang  masyarakat polagan sebagian tidak mau,” katanya Senin (01/04)

Dilanjutkan, awalnya masyarakat Polagan sudah masuk dalam program. Namun, akhirnya tidak sanggup untuk mengikuti program lahan terintegrasi. Alasannya, baru memulai usaha garam.

“Kita melakukan pendekatan ulang, sebab  ketika nanti selalu mundur maka nanti akan mengganggu produksi mereka ,” paparnya.

Menurutnya, ketika tidak mendapatkan  lokasi, Diskan tidak dapat melanjutkan program tersebut. Menurutnya, hal itu bukan suatu kegagalan. Namun, pihaknya akan terus  berjuang untuk menemukan lahan terintegrasi itu sampai akhir tahun nanti.

Pihaknya berharap walaupun masyarakat masih enggan ikut program lahan terintegrasi, dirinya akan senantiasa berjuang untuk mendapat lahan itu, sebab lahan merupakan bagian terpenting dari suksesnya program.

“Sebenarnya sebagian lahan masyarakat sudah diserahkan, tetapi tidak mencapai yang ditargetkan. Bagi Diskan Ini bukan berarti kegagalan, tetalapi suatu tantangan menjadi kesuksesan nanti, walaupun sering gagal,” tambahnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Pamekasan menyampaikan, lahan terintegrasi sebenarnya sudah bagus, hanya saja Diskan harus berusaha lebih keras mendapatkan lahan yang sesuai target.

“Diskan harus kerja lebih bagus lagi. Penting juga pendekatan_pendekatan yang massif,” ujarnya. (km45/pai)

Komentar

News Feed