oleh

Petambak Simpulkan Anjloknya Harga Garam akibat Dirusak PT Garam

KABARMADURA.ID, Sampang – Penyebab anjloknya harga garam, lambat laun mulai terungkap. Ada dugaan, PT. Garam juga ikut menjual garamnya ke perusahaan swasta yang selama ini manjadi pasar penjualan para petambak lokal.

Badan usaha milik negara (BUMN) itu menjual garamnya kepada perusahaan garam seperti Budiono dengan harga sebesar Rp350 per kilogram. Nilai harga itu diketahui petani dan dinilai sangat merugikan. Sebab dengan harga jual murah ke satu perusahaan, diyakini akan diikuti perusahaan swasta lainnya.

Akibatny, harga garam yang dijual petambak sampai sekarang tidak stabil. Sehingga, petani berharap PT. Garam kembali memulihkan harga pembelian. Praktis akan berpengaruh kepada nilai pembelian yang dilakukan perusahaan swasta.

Ketua Forum Petani Garam Madura Moh. Yanto mengungkapkan, penjualan garam yang dilakukan PT. Garam kepada perusahaan Budiono bukan rahasia lagi. Sementara, petambak terus dirundung kerugian karena murahnya harga jual garam.

“Jika PT. Garam saja menjual garam segitu, bagaimana dengan garam petani. Pasti dibeli lebih murah dari itu,” ungkapnya.

Yanto mengungkapkan, beberapa waktu lalu petambak sudah pernah melakukan pertemuan dengan PT. Garam. Mereka protes soal harga yang dimainkan oleh BUMN tersebut. Sehingga PT. Garam membenarkan adanya penjualan dengan harga murah itu dengan alasan untuk menghidupi para karyawannya.

Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan, PT. Garam akan menyerap garam petambak seharga Rp650 per kilogram. Meskipun masih relatif murah, petambak saat itu setuju. Namun sampai saat ini rencana tersebut belum ada kepastian.

”Untuk sementara, kami masih setuju dengan harga Rp650 per kilogram. Tapi nanti jika ada perkembangan harga, maka PT. Garam harus menaikkan harga. Karena PT. Garam sudah merusak harga garam sampai saat ini,” tegasnya.

Yanto sejatinya tidak keberatan jika PT Garam memutuskan akan menurunkan harga beli garam. Namun menurutnya, jika PT. Garam menyerap di bawah harga Rp650 per kilogram berarti ada unsur kesengajaan merugikan petani.

“Tidak ada yang melarang PT. Garam menjual ke perusahaan swasta. Tapi dengan harga murah beralasan untuk menggaji karyawannya. Sebab segelintir karyawan yang dirawat akan mematikan ratusan petani garam di Madura,” tukasnya.

Sementara itu, Manager Corporate Communications PT. Garam, Miftahol Arifin enggan berkomentar banyak. Sebab menurutnya, pihaknya masih melakukan pembahasan harga belum ada keputusan.

“Kami sudah proses pembahasan dan belum ada keputusan. Sehingga soal kepastian harga belum bisa disebut,” ucapnya. (km54/waw)

Komentar

News Feed