Petani Asal Desa Biro Timur Kembangan Melon hingga 8 Varietas dengan Otodidak

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) GIGIH: Mahfudh, petani yang menanam melon hingga delapan varietas.

KABARMADURA.ID – Kegigihan dan keuletan Mahfudh mendalami dunia pertanian membuahkan hasil luar biasa. Ia berhasil menjadi juara 1 di Jawa Timur untuk kategori petani berprestasi dan menjadi nominator di tingkat nasional untuk kategori berprestasi. Hebatnya lagi, ia mengawalinya dari belajar otodidak.

FATHOR RAHMAN, Sampang

Warga Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah Sampang itu mencuri perhatian pemerintah setelah usahanya menanam melon berbagai varietas unggulan membuahkan hasil.

Laki-laki yang berusia 27 tahun itu menggeluti pertanian sejak tahun 2016 dengan menanam semangka pada awal tahun. Karena harga anjlok, dia beralih menanam melon. Dengan modal 1 juta, ia meraup keuntungan sebesar Rp43 juta setelah dikurangi modal. Saat itu, ia mengaku berhasil panen 8 ton melon.

“Memang saya suka bercocok tanam Mas. Sehingga saya mencobanya tahun 2016. Ternyata melon menjanjikan,” katanya.

Ia mengaku tidak pernah mengenyam pendidikan secara konsisten di bidang ilmu pertanian.  Ia belajar melalui buku dan internet mengenai sistem penanaman, pengobatan, dan pemeliharaan. Setelah itu, ia mempraktekkannya dan ternyata berhasil.

Pada tahun 2017, ia menambah tanaman menjadi dua varietas; yaitu jenis rok melon dan melon golden eksis.  Sebanyak 3500 bibit ditanamnya dengan modal Rp20 juta. Hasilnya sebesar Rp98 juta setelah dikurangi modal.

“Pada tahun 2019, saya menanam dengan jumlah yang sama Mas. Dengan modal dan hasil yang sama, karena terkendala lahan. Bedanya, kalau tahun 2019, panen tiga kali dalam setahun,” ungkapnya.

Pria beranak dua tersebut juga berhasil membuat wadah green house. Yaitu pengelolaan dan penanaman melon dengan teknologi tinggi tanpa banyaknya peran manusia, namun, hasilnya berkualitas tinggi.

Ia mengaku sudah menanam jenis melon hingga delapan varietas. Bahkan bisa panen empat kali dalam setahun. Ia juga sudah menanam melon seluas dua hektar dengan modal Rp 80 juta dan mendapatkan hasil Rp 400 juta, belum dikurangi modal, dengan 50 ton buah melon yang dihasilkan.

“Siapapun bisa menanam melon dan sukses, Mas. Asalkan ada kemauan dan tekun. Caranya tidak rumit. Hanya melakukan pengendalian hama dan penyakit. Siapa pun yang ke sini, saya siap bertukar ilmu, ” ucapnya.

Jenis buah melon paling mahal yang dijual adalah jenis melon Aroma. Dengan harga Rp19 ribu per kilogram. Di lokasi pertanian melon, banyak pengunjung dari Sampang, maupun luar Sampang.

Berkat konsistensinya dalam menanam melon, pada tahun 2019, ia ditawarkan magang di Jepang selama satu tahun. Namun, peluang tersebut tidak diambilnya karena keluarganya belum mengizinkan.

Pada tahun yang sama, Mahfudh berhasil juara I kategori petani berprestasi di Jawa Timur. Selanjutnya pada tahun 2021, iia berhasil meraih penghargaan sebagai nominasi petani berprestasi di tingkat nasional.

Tidak hanya itu, lahan pertanian milik pria kelahiran Desa Pasanggar Kecamatan Pegantenan itu ditetapkan sebagai pusat pelatihan pertanian pedesaan (P4S) oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur sejak tahun 2021. (maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *