Petani di Sampang Keluhkan Pemangkasan Pupuk Subsidi Hingga Lebih 40 Persen

  • Whatsapp
(KM.JAMALUDDIN) PASTIKAN: Disperta Sampang memastikan pemangkasan pupuk subsidi tidak hanya terjadi di Kota Bahari.

Kabarmadura.id/Sampang-Petani di Kabupaten Sampang, mengeluhkan pemangkasan kuota pupuk subsidi pada musim tanam 2020. Padahal, keberadaan pupuk bersubsidi sangat dibutuhkan oleh para petani, terlebih saat ini diakui biaya pertanian semakin meningkat.

Abdussalam, warga Kecamatan Kedungdung menyampaikan, jika pupuk subsidi dilakukan pemangkasan, pihaknya khawatir kondisi petani semakin melarat. Terlebih, pada musim tanam tahun sebelumnya, para petani di wilayahnya harus mencari pupuk ke daerah lain, lantaran stok pupuk subsidi di wilayah setempat terbatas.

“Sekarang nasib petani sangat miris, karena banyak benih padi yang sudah ditanam, namun kering, disebabkan tidak terkena air. Dengan nasib seperti ini, seharusnya ada bantuan dari pemerintah, bukan pas ada pemangkasan (pupuk, red) seperti ini,” keluhnya, Minggu (19/1/2020).

Menyikapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Suyono menyampaikan, pemangkasan pupuk bersubsidi itu tidak hanya terjadi di Kota Bahari, akan tetapi seluruh wilayah mengalami pemangkasan serupa.

“Pemangkasan itu bukan hanya di Sampang, semua kabupaten di Jawa Timur mengalami pemangkasan, jumlah pemangkasan mulai empat puluh persen hingga lima puluh persen,” tuturnya.

Dengan adanya pemangkasan itu, Suyono meminta agar petani bisa memahami kondisi tersebut. Pihaknya berjanji, akan tetap berupaya agar pemangkasan pupuk tidak berdampak signifikan pada petani di wilayah setempat.

“Jika nanti ada kekurangan pupuk, pemerintah akan menyiapkan pupuk non subsidi, meski kami akui harganya memang relatif lebih mahal,” imbuhnya

Bahkan dirinya menyampaikan, jika memang nanti terjadi krisis pupuk, pihaknya akan melakukan pengajuan permohonan penambahan kuota pupuk pada pemerintah pusat melalui Bupati Sampang.

Berdasarkan data yang diperoleh, pemangkasan pupuk bersubsidi di Kabupaten Sampang pada awal tahun 2020 mencapai sekitar 40 persen lebih. Hal itu terjadi pada semua jenis pupuk, mulai dari Pupuk Urea, SP-36, ZA dan lain-lain.

“Pemangkasan ini terjadi pada semua pupuk dan semua daerah, bukan hanya di Kabupaten Sampang,” tutupnya. (mal/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *