oleh

Petani Kesulitan Benih, Pemerintah Sumenep Tak Berdaya

KABARMADURA.ID, Sumenep -Menjelang musim hujan atau tanam, sejumlah masyarakat masih kebingungan mencari benih, termasuk melalui gabungan kelompok tani (gapoktan). Hal itu diakui oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Sumenep; bantuan benih masih terbatas.

Ketua Gapoktan Annas mengatakan, kondisi pertanian menjelang musim tanam kini dihadapkan pada kesulitan benih, terlebih tanaman jagung. Masyarakat masih banyak yang berminat dengan cocok tanam tersebut.

“Hingga saat ini belum ada bantuan benih dari pemerintah. Sehingga, petani tetap bercocok tanam dengan benih seadanya; benih yang memang punya sendiri sisa musim lalu,” katanya.

Sebagai upayanya, pihaknya sudah memberi tahu kepada DPTPHP, agar segera dicarikan solusi. Bahkan, nyaris di semua daerah di kabupaten paling timur Pulau Madura ini mengalami persoalan serupa, yaitu kesulitan mencari benih.

Dia juga menambahkan, untuk bantuan benih memang diharapkan ada dan secepatnya, mengingat di daerahnya yaitu Kecamatan Guluk-Guluk sudah banyak yang memulai bercocok tanam.

“Termasuk sudah banyak yang bercocok tanam jagung. Tapi, memang mereka menggunakan benih sendiri; yang tidak punya, beli ke yang punya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Hortikultura DPTPHP Sumenep Sufriadi mengakui, memang tahun ini untuk bantuan benih terbilang langka, lambat, dan terbatas.

Menurutnya, tidak seluruh poktan di Kota Keris mendapat bantuan tersebut. Untuk jagung sendiri, tahun ini pihaknya tidak mempunyai jatah atau kuota. Pihaknya hanya mengajukan benih padi saja.

Kendati seperti itu, dia berharap agar petani mempunyai inovasi sendiri untuk mengembangkan produksi pertanian. Sehingga, tidak ada ketergantungan terhadap pemerintah, apalagi saat ini sudah banyak daerah lain yang mulai sukses di bidang pertanian, sehingga dengan itu masyarakat Sumenep bisa belajar ke daerah lain. (ara/nam)

Komentar

News Feed