oleh

Petani Nilai Lahan Integritas dan Teknologi Pertanian Garam Minim Manfaat

Kabarmadura.id/Pamekasan–Anjloknya harga garam lokal di Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan, mengakibatkan para petani kecewa. Bahkan, petani menilai, program integrasi lahan garam serta bantuan teknologi geomimbran, tidak banyak membantu kondisi petani garam saat ini.

Hal itu disampaikan oleh Faisol Baidlowi salah seorang petani garam asal Kecaatan Galis Pamekasan. Menurutnya, program lahan integrasi dan berbagai macam trobosan teknologi lainnya yang berfungsi meningkatkan kuantias dan kualitas garam, tidak akan berguna jika laju impor garam tidak terkendali.

Faisol mengungkapkan, berdasar pada pertemunan tim unit pemerintah pusat Menteri Koordinator Perkonomian, dari total kebutuhan garam nasional hasil produksi nasional hanya bisa diserap 40 persen, sementara 60 persennya diambil dari garam impor.

Dengan demikian, Faisol beranggapan jika kebijakan terhadap industri garam masih tetap seperti itu, maka segala program dan teknologi pendukung pertanian garam akan sangat percuma dan tidak akan membantu petani.

“Apapun teknologi yang ada, jika kondisi pasar tetap seperti ini maka semua tidak membantu,” ucapnya kecewa, Kamis (26/3/2020).

Terpisah, Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Pamekasan Muzanni mengatakan, untuk membantu kondisi yang dialami garam lokal, saat ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan memaksimalkan sistem integrasi lahan garam yang bisa membantu peningkatan kuantitas garam.

Selain itu, pihaknya juga meningkatkan program teknologi usaha garam berupa geomembranisasi untuk meningkatkan kualitas garam. Dengan begitu, pihaknya berharap perusahaan-perusahaan mau melirik dan berminat terhadap garam lokal.

“Untuk membantu petani garam, kami berlakukan sistem integrasi lahan garam dan meningkatkan bantuan geomimbran agar kualitas garam semakin meningkat,” ucapnya. (km53)

 

Komentar

News Feed