Petani Ungkap Empat Kios di Bangkalan Labrak HET Pupuk Bersubsidi

SOAL KLASIK: Petani keluhkan harga eceran pupuk bersubsidi yang dinilai melebihi HET.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Harga jual pupuk subsidi yang melebihi harga eceran tertinggi (HET), diduga terjadi di empat kios pupuk di Kecamatan Socah, Bangkalan. Pupuk urea bersubsidi dijual seharga Rp120 ribu dari HET Rp112 ribu per saknya.

“Penjualan di kios itu Rp120 ribu untuk satu sak pupuk urea, padahal kan HET-nya Rp112.500. Kami menduga ada permainan harga oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ungkap warga Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Rube’i, Senin (3/1/2022).

Tahun ini, HET pupuk urea bersubsidi seharga Rp112.500, SP 36 Rp120.000 ZA Rp85.000,00, NPK Rp115.000, organik granul Rp32.000, organik cair Rp20 ribu per botol.

Bacaan Lainnya

Terdapat satu kioas Desa Jaddih. Sedangkan di wilayah Kecamatan Socah, terdapat 4 kios. Kata Rube’i, harga jual urea bersubsidi juga senilai Rp120 ribu per sak.

Selain itu, lanjut Rube’i ketersediaan pupuk juga menjadi kendala saat musim tanam. Sebab, ketika petani membutuhkan, pupuk justru tidak tersedia di kios.

“Kadang ada, kadang tidak ada sama sekali,” imbuh Rube’i.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Bangkalan Puguh Santoso melalui Kasi Perencanaan Pertanian Cihaka Karyadinata enggan mengomentari masalah tersebut, termasuk adanya dugaan mafia pupuk. Sebab, secara kewenangan Dispertahorbun hanya berwenang dalam penyusunan rencana definitif kebutuhan kelompok tani elektronik (e-RDKK).

E-RDKK adalah data kebutuhan petani yang akan digunakan sebagai dasar pendistribusian pupuk bersubsidi ke kelompok tani (poktan).

Penyusunan e-RDKK disesuaikan dengan luasan lahan petani di wilayah masing-masing  poktan.

Lantaran hanya mengurus e-RDKK, mulai dari proses pengiriman hingga penebusan pupuk bersubsidi di luar kewenangan Dispertahorbun. Sebab, penebusan dilakukan secara mandiri oleh petani di kios.

“Penebusannya dilakukan secara mandiri, baru setelah didapat, kamk bisa bantu di proses penggunaannya. Kami sempat juga melakukan memanggil pihak distributor untuk mewanti-wanti agar pupuk tepat sasaran,” pungkas Puguh.

Reporter: KM62

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.