oleh

Petugas Kecamatann Dicurigai Reaktif Covid-19, Pelayanan KTPel di Dispendukcapil Membeludak

Kabarmadura.id/SAMPANGPetugas perekaman untuk keperluan kartu tanda pendudu (KTP) elektronik di kantor Kecamatan Camplong dicurigai reaktif Covid-19. Akibat kecurigaaan itu, pemohon perekaman kartu tanda pendudu (KTP) memilih datangi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sampang.

Namun, Juru Bicara Tim Gugus Tugas (Timgas) Penanganan Covid-19 Sampang Juwardi justru mengaku tidak mengetahui hal itu, atau tentang adanya petugas yang reaktif Covid-19. Alasannya, jika sumber informasi selainberasal dari dari timgas, pihaknya tidak megetahuinya.

“Saya tidak dengar informasi itu, selain sumber informasi dari tim gugus tugas, saya tidak tahu,” singkatnya.

Sejauh ini, berdasarkan informasi yang dirangkum Kabar Madura, penyebutan istilah reaktif Covid-19, biasanya digunakan untuk pemeriksaan cepat atau rapid test. Namun sampai saat ini tidak ada kepastian kebenaran apakah petugas itu telah menjalani rapid test. Terlebih, plt camat Camplong tidak merespon saat akan dikonfirmasi via sambungan telepon seluler.

Sementara itu, Pelaksana harian (Plh) Kepala Dispendukcalil Sampang Edi Subinto membenarkan bahwa kecurigaan itu jadi faktor membeludaknya pelayanan perekaman pembuatan KTP di kantor Dispendukcapil Sampang. Namun dia menjelaskan, kantor kecamatan itu memang disterilkan setelah ada yang dinyatakan reaktif Covid-19.

“Membeludak itu informasinya petugas perkeman KTP di Kecamatan Camplong reaktif Covid-19 meski belum di-swab (uji sampel dari swab tenggorokan), sehingga diKecamatan Camplong disterilkan,” ungkapnya, Selasa (2/6/2020).

Namun, jelas Edi, membeludaknya pemohon itu juga sudah biasa,yakni banyak membutuhkan indentitas. Namun dia tetap khawatir, semakin banyaknya pemohon, terutama tambahan dari waga Camplong, penerapan physical distancing jadi tidak terawasi, atau bahkan terabaikan.

“Alhamdulillah diluar banyak yang memisahkan diri, sekalipun banyak tidak betgerombol, sedikit banyak berarti ada yang sudah paham,” imbuhnya.

Putri Nor Alizah (pemohon KTPel) mengatakan, dirinya datang ke Dispendukcapil Sampang untuk melakukan perekaman, sebab pembuatan dan perekaman KTP di kantor Kecamatan Camplong ditutup, selain itu untuk melakukan perekaman KTP di kantor kecamatan khawatir tertular.

“Petugas di Kecamatan Camplong kena virus, jadi perekaman di Camplong ditutup,” ungkapnya.

 

Disinggung, pembuatan KTP hingga datang ke kantor Dispendukcapil dengan wabah Covid-19 seperti ini, pihaknya menuturkan pembuatan KTP tersebut digunakna untuk lamaran kerja ke Surabaya.

“Untuk lamar kerja, kalau tidak punya KTP tidak bisa,” imbuhnya. (mal/waw)

 

Komentar

News Feed