Petugas Sita Ribuan Bungkus Rokok Milik JCH

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Bangkalan-Sejumlah barang bawaaan milik Jemaah Calon Haji (JCH) kelompok terbang (kloter) 8 asal Bangkalan disita oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Senin kemarin, (8/7).

Barang yang disita itu di antaranya ribuan rokok, obat-obatan yang dianggap melebihi batas maksimal yang sudah ditentukan oleh maskapai penerbangan.

Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya Jamal mengatakan, saat ini pihaknya menyita 2.596 bungkus rokok berbagai merek serta 40 sachet obat-obatan.

“Ketika kami melakukan pemeriksaan di dalam koper jemaah ada ribuan bungkus rokok dan puluhan obat-obatan yang melebihi kapasitas,” ucapnya, Senin (8/7).

Dikatakan Jamal, JCH itu berasal dari Bangkalan. Sesuai peraturan, bahwa maksimal yang diperbolehkan untuk dibawa ke tanah suci, yakni dua slop rokok.

“Obat-obatan seperti jamu, obat kuat, pil KB juga tidak diperbolehkan langsung kami sita,” tegasnya.

Jamal mengaku heran dengan perilaku para CJH asal kabupaten ujung barat di Madura itu, mengingat selalu terjadi dalam setiap tahunnya. Padahal, kata Jamal, PPIH di masing-masing daerah tela mensosialisasikan terkait larangan tersebut. Maka dari itu pihaknya menegaskan akan tidak memberikan kembali barang bawaan yang sudah disita.

“Barang sitaan sudah kami amankan dan sebagai barang bukti,” paparnya.

Berdasarkan hasil penelusurannya, lanjut Jamal, ada beberapa motif alasan para calon haji membawa rokok dalam jumlah berlebihan. Di antaranya karena dititipi orang tanpa tahu alasannya, serta sebagian dijual kembali.

“Alasan mereka macam macam, ada yang dititipi orang, oleh-oleh untuk keluarganya yang kerja disana, bahkan ada yang memang berniat untuk dijual disana karena harganya sangat tinggi disana,” katanya.

Banyaknya JCH yang membawa barang dalam jumlah berlebihan, Jamal menuturkan kalau pihaknya telah berulang kali mensosialisasikan hal tersebut kepada jemaah ketika manasik haji.

“Sosialiasi sudah ditekankan sejak manasik haji, entah kami juga tidak paham kenapa meraka masih tetap membawa barang yang melebihi kapasitas,” tegasnya.

Secara terpisah, Kepala Kemenag Bangkalan Achmad Mudjalli mengakui jika pihaknya sudah mendapat informasi penyitaan barang bawaan CJH asal Bangkalan. Ia mendukung langkah panitia yang sudah melakukan penyitaan.

Ditegaskan Mudjalli, jika barang bawaah yang sudah disita tidak bisa diminta lagi. Sehingga pihaknya meminta kepada CJH agar tidak mengulangi kembali.

“Kami sudah mensosialisasikan  ke CJH di daerah waktu manasik haji, barang apa saja yang boleh dan tidak boleh dibawa, namun saja masih mokong,” jelasnya. (mam/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *