PGRI Pamekasan Gelar Bincang Santai Bersama Bupati

News26 Dilihat

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pamekasan menggelar bincang santai dengan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Kegiatan tersebut dilaksanakan usai senam bersama dalam rangka memperingati Hari Jadi (Harjad) PGRI ke 77 di Pendopo Agung Ronggosukowati, Selasa (29/11/2022).

Ketua PGRI Pamekasan Jamil mengatakan, bincang santai dengan bupati tidak lain hanya untuk memulihkan pendidikan yang penuh keakraban. Bahkan, kegiatan itu juga sebagai forum bagi seluruh guru untuk menyampaikan aspirasinya kepada bupati. Sebab, selama dua tahun pendidikan di daerah yang identik dengan slogan Gerbang Salam tersekat Covid-19.

“Jadi saat ini tidak perlu ada jarak antara guru dan bupati, bisa terbangun suasana yang nyaman. Secara fisik bisa segar dengan melakukan senam bersama dan memberikan efek kepada pikiran yang tenang,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Selain itu, bincang santai merupakan rajutan kebersamaan dan sinergitas para guru dalam mengantarkan kemajuan pendidikan. Sehingga langkah itu, bisa terus teraplikasikan dan para guru saling menguatkan. Apalagi, sosok guru sebagai ujung tombak pendidikan. “Jadi pandemi sudah berlalu, mari semangat merajut lagi untuk memulihkan pendidikan, saatnya bangkit,” ucapnya.

Baca Juga :  Temui Menteri Perdagangan, P4TM Perjuangkan Kesejahteraan Petani Tembakau

Para pegiat usaha kecil menengah (UKM) juga hadir dalam kegiatan bincang santai bersama bupati. Mereka mendapat kupon untuk memilih menu makanan. Kemudian, kegiatan dilanjutkan ke penganugerahan guru yang produktif dan inovatif dan penganugrahan kepada guru yang sudah  berdedikasi  tinggi.

“Ada 5 guru yang mendapat penghargaan dan diberikan reward berupa uang, sekalian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada peraih kejuaraan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang diadakan oleh PGRI Pamekasan,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menuturkan, langkah kolaborasi dan inovasi untuk kemajuan pendidikan perlu digalakkan. Hal ini sebagai wujud penghargaan kepada amanah yang diberikan kepada guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.

“Maka saya memohon, ayo satukan hati kita, bergandengan tangan diantara kita, buat generasi kita menjadi generasi yang memiliki iman dan ilmu, serta memiliki cita-cita yang tinggi,” ajaknya. (*)

Baca Juga :  Demi Rekor MURI, ASN Dibebani Rp200 Ribu per Orang

Reporter: Khoyrul Umam Syarif 

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *