Pikat Wisatawan Melalui Budaya Tanean Lanjeng

  • Whatsapp
TANEAN LANJENG: Kepala Disparbud Pamekasan Achmad Sjaifuddin sedang menyiramkan air pada ritual Rokat Pandhebeh.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan, terus meningkatkan geliat promosi potensi wisata di wilayah setempat. Dengan even yang digelar, Disparbud berharap potensi kebudayaan  yang dikolaborasikan dengan destinasi wisata akan semakin menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Saat ini, salah satu kebudayaan lokal yang masih melekat di tengah masyarakat, yakni wisata budaya Tanean Lanjeng yang berada di Dusun Buddagan I, Desa Larangan Luar Pamekasan, menjadi salah satu kebudayaan unggul yang saat ini tengah ditingkatkan promosinya.

Kepala Disparbud Pamekasan Achmad Sjaifuddin menyampaikan, beberapa even pariwasata, termasuk pagelaran Tanean Lanjeng yang dilaksanakan oleh instansinya merupakan representasi dari berbagai kekayaan budaya dan tradisi masyarakat bumi gerbang salam.

Dalam pagelaran Tanean Lanjeng tersebut, terdapat berbagai promosi daerah, di antaranya, sajian kuliner khas Pamekasan, uniknya, sajian kuliner itu bisa dinikmati dengan mengunakan daun lontar sebagai kupon.

Selanjutnya, pentas berbagai seni budaya, berupa  ritual Rokat Pandhebeh, Tari Songsong, Hadrah dan dimeriahkan dengan Kleningan Gamelan yang khas dengan kultur Madura.

“Ini salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, menggairahkan wisatawan melalui wisata budaya,” paparnya, Minggu (28/7).

Dijelaskan olehnya, wisata budaya Tanean Lanjeng, merupakan salah satu warisan budaya masyarakat tempo dulu tentang perkampungan di Madura.

“Karena mereka (wisatawan, red) ingin menikmati suasana tempo dulu, maka kami sediakan konsep dengan menyajikan keunikan tersendiri,” paparnya.

Dilanjutkan Ahmad, sebagai Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang fokus dalam pengembangan pariwisata, disparbud dituntut lihai dalam membaca segmentasi pasar yang diminati oleh wisatawan.

Segmentasi pasar dimaksud, tidak lain untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian. Dengan adanya segmentasi khusus itu, diharapkan tamu-tamu lokal maupun luar negeri, bisa membantu masyarakat dalam meningkatkan taraf perekonomian.

Dia berharap, sektor pariwisata Pamekasan bisa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat, serta  bisa menumbuhkan usaha kecil mikro, sehingga masyarakat semakin sejahtera.

“Misalnya wisatawan lokal taksirannya menghabiskan belanja Rp25 ribu, jika mereka (wisatawan mancanegara, red) bisa mencapai Rp1 juta atau bisa lebih,” tukasnya.

Selain pagelaran Tanean Lanjeng, Disparbud Pamekasan juga gencar melakukan promosi potensi daerah lainnya, seperti batik tulis khas bumi gerbang salam. Salah satu kegiatan untuk mempromosikan batik tulis itu, dengan menggelar kegiatan eksplor batik koleksi keluarga bupati Baddrut Tamam yang dipusatkan di Mandhapa Ronggosukowati, Sabtu (27/7). (rul/pin/adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *