Pikul Amanah KHR As’ad Syamsul Arifin Selamatkan Jenis Ternak dan Tanaman Khas Bangkalan

  • Whatsapp
(Istimewa) POTENSI EKONOMI: Koperasi Madura Multifarm Agromandiri (KMMA) dibentuk alumni santri Pondok Pesantren (PP) Salafiyah Syafi'iyah Sukerejo, Situbondo untuk selamatkan tanaman dan hewan ternak khas Bangkalan.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Tergerak ingin membantu perekonomian masyarakat Bangkalan, utamanya bidang pertanian dan peternakan, sejumlah alumni Pondok Pesantren (PP) Salafiyah Syafi’iyah Sukerejo, Situbondo asal Bangkalan, mendirikan Koperasi Madura Multifarm Agromandiri (KMMA).

MOH. SAED, BANGKALAN

Bacaan Lainnya

Pendirian koperasi itu dilakukan sembilan orang alumni santi PP  Salafiyah Syafi’iyah Sukerejo, Situbondo asal Bangkalan. Sempat muncul keraguan, yakni saat memikirkan perkembangan koperasi di tengah kehidupan masyarakat, sedangkan mereka tidak punya banyak modal lagi selain mengabdi kepada masyarakat.

Namun akhirnya, KMMA tetap dibentuk di Bangkalan, para pendirinya hanya mengandalkan dana swadaya. Utamanya saat mengadakan kegiatan dan aktivitasnya. Akhirnya, koperasi itu berdiri secara independen sejak 8 November 2019.

Sebagaimana diungkapkan Ketua 1 KMMA, Sulhan Badri, visi dan misi koperasi itu hanya untuk mengangkat perekonomian masyarakat Bangkalan, utamanya peternak dan petani. Pembentukan koperasi tersebut, juga diilhami dari sang guru sewaktu masih belajar di pondok pesantren.

“Kami membangun koperasi ini atas wasiat langsung dari guru saya KHR As’ad Syamsul Arifin, di dalam wasiatnya untuk mengembangkan perekonomian masyarakat maka dari situ kami sepakat untuk membangun koperasi,” ungkapnya.

Saat ini, KMMA sedang memulai program menyelamatkan jenis kambing asli Bangkalan. Kambing tersebut, dijuluki Kambing Pote. Dahulu dikembangbiakkan di Kecamatan Arosbaya, Bangkalan.

Saat ini, keberadaan Kambing Pote sedang dicari. Sebab, sampai hari ini jenis kambing itu belum diakui sebagai hasil dari peternakan asli milik Bangkalan. Tujuan menemukam jenis kambing tersebut, karena diyakini berpotensi bagi kesejahteraan masyarakat Bangkalan di bidang peternakan.

Kambing Pote sudah dikenal mampu menghasilkan susu perah berkualitas dan daging yang tidak berbau amis. Sehingga menurut Sulhan, jika dibiarkan hilang begitu saja, maka  Bangkalan akan kehilangan potensi besar dari sektor peternakan khas.

“Dari situ kami harus menjaga serta membantu para peternak agar menjaga keberadaan Kambing Pote dan tidak diakui milik kabupaten lain,” tegas Sulhan.

Mirisnya, kata Sulhan, jenis kambing tersebut mulai diklaim mili daerah di luar Madura. Sebab, kambing tersebut banyak dikirim ke luar Madura. Menurutnya, jika pengiriman kambing itu terus terjadi, maka menjadi tanda dimulainya kepunahan jenis kambing asli Arosbaya, Bangkalan.

Terlebih, kambing tersebut juga mulai dikembangbiakkan di kabupaten lain  secara besar-besaran. Sehingga KMMA memulai bergerak dengan melindungi hewan tersebut sebelum dibudidayakan oleh kabupaten lain.

Selain  menjaga kelestarian hewan ternak jenis Kambing Pote, KMMA juga mendalami potensi pertanian. Salah satu objek yang didalami adalah tanaman benama porang.  Tanaman umbi-umbian tersebut diyakni berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan makanan.

Sebab, di luar Madura, tanaman porang sangat dicari dan harganya sangat mahal. Sedangkan di Kabupaten Bangkalan, tanaman itu dibiarkan begitu saja, padahal sangat berpotensi mengangkat perekonomian masyarakat.

“Untuk saat ini Kabupaten Bangkalan memiliki banyak potensi yang belum selesai dikembangkan, maka kami akan berkordinasi dengan pemerintah agar bisa menjaga peternakan serta pertanian di Bangkalan,” terang Sulhan. (waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *