oleh

Pilih Berlatih Sepak Bola Ketimbang Ikut Ekstrakurikuler

Kabarmadura.id-Sejak 2018, geandang asal Jalan Trunojoyo Gang 2 Pamekasan Adit berhasil menembus skuad Madura United U16. Bahkan, dia masuk dalam komposisi yang mengikuti turmanen pemanasan jelang kompetisi perdana kelompok usia 16 tahun, yakni Festival Filanesia Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U16 2018 di Depok, Jawa Barat.Pasca-festival tersebut, dia tetap bertahan di Madura United U16 untuk mengarungi kompetisi Liga 1 U16 perdananya. Dia juga ikut ketika pertandingan tandang di luar Pulau Madura.

Saat ini, talenta muda kelahiran 9 Agustus 2003 tersebut tengah memperkuat Madura United U18. Dia mengaku bangga hingga saat ini bisa berproses di tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini yang berbasisi di tanah kelahirannya.

“Suatu kebanggaan bisa masuk Tim MUFA (Madura United Football Academy). Saya senang sekali bisa membela tempat kelahiran sendiri, soalnya banyak sekali orang Madura yang ingin bermain di Madura United. Kesempatan ini sangat berharga bagi saya,” ceritanya kepada Kabar Madura, Minggu (26/4/2020) pagi.

Di balik kesuksesannya bisa meniti karir di akademi profesional, Adit mengaku sempat bimbang. Ketika duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), dia dihadapkan untuk memilih menekuni sepak bola atau menggali potensi lain melalui ekstrakurikuler sekolah.

Dengan beberapa pertimbangan, buah hati dari pasangan Andhi dan Sitti Halimah itu memilih tetap mengasah kemampuannya mengolah si kulit bundar. Alhasil, dia bisa berkompetisi pembinaan usia dini di level tertinggi Indonesia.

“Tidak pernah datang dalam ekstrakurikuler sekolah demi bisa latihan sepak bola. Waktu itu pilihannya berat sekali. Soalnya, saya harus mempertanggung jawabkan pilihan saya sepak bola. Saya harus bisa membuktikan juga,” terang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) 3 Pamekasan tersebut. (idy/nam)

Komentar

News Feed