oleh

Pilkada Sumenep di Tengah Covid-19, Pelanggaran APK Lebih Dominan

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumenep Anwar Noris, menegaskan belum mengantongi aparator sipil negara (ASN) yang terlibat berkampanye satu pekan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep.

Sejauh ini, yang banyak baru dugaan ASN ikut berkampanye namun belum tergolong sebagai pelanggaran. Itu setelah melalui penelusuran lebih lanjut.

Pilkada Sumenep di tengah wabah Covid-19 memang sedikit berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Pelanggaran yang marak lebih kepada alat peraga kampanye (APK).

Disampaikan Noris, Bawaslu Sumenep telah menertipkan sejumlah APK yang ditengarai melanggar aturan.

Diketahui, APK di Sumenep tidak boleh dipaku ke pohon, serta menempatkannya di lembaga pendidikan, tempat ibadah, dan sejumlah jalan tertentu.

“APK di beberapa tempat, sudah kami tertibkan,” ujarnya.

Sayangnya, Bawaslu Sumenep enggan menyampaikan secara detail titik pelanggaran APK terjadi. Namun, kedua paslon masih termasuk sama-sama melanggar.

Bawaslu Sumenep juga menyampaikan, pihaknya intens mengawasi kampanye di media sosial (medsos). Namun, lebih khusus yang didaftarkan paslon dan tim sukses (timses) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep. Menurutnya, masih belum ditemui pelanggaran.

“Yang kami pantau ialah yang terdaftar,” tutup Noris. (idy/nam)

Komentar

News Feed