Pilkades Bangkalan, Bacakades Cacat Administrasi Harus Didiskualifikasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) SERIUS: Warga saat berada di ruangan Komisi A DPRD Bangkalan, Jumat (3/12).

KABARMADURA.ID, BANGKALAN– Sejumlah Masyarakat Desa Gili Anyar, pendukung salah satu calon bakal calon kepala desa (Bacakades) mendatangi Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Bangkalan. Kedatangan mereka yakni untuk meminta dewan lebih selektif dan tegas dalam memberikan kontrol terhadap penerapan peraturan bupati (perbup) tentang pilkades.

Kuasa hukum Bacakades Gili Anyar Maskur Budiyanto, R Arif Sulaiman menyampaikan, kedua bacakades yang berinisial MY dan MH tersebut harus digugurkan bakal calon, karena mereka sudah tidak menaati peraturan dalam mengikuti pesta demokrasi tingkat desa. ”Pemilihan ini kan bukan ajang main-main, jadi sudah seharusnya semua dilakukan dengan profesional,” katanya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, salah satu oknum perangkat desa atas inisial MH melanggar peraturan bupati (perbub) tentang perangkat desa. Karena sebelumnya, yang bersangkutan menjadi staf pemerintahan desa pada saat saudara kandungnya menjabat sebagai kepala desa.

”Dalam perbub tidak dibolehkan jika saudara kandung kepala desa masuk dalam perangkat desa. Jadi saudara MH yang mendaftarkan diri sebagai bacakades harus digugurkan,” tegasnya.

Sementara bacakades kedua yang melanggar aturan yaitu inisial MY yang pada saat menjadi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ikut membentuk panitia kepala desa (P2KD). Namun pada saat pendaftaran cakades, dirinya juga ikut menyetorkan berkas.

”Jadi status MY ini jelas melanggar perbub tentang pilkades, harus dipertimbangkan sebagai calon tetap,” pintanya.

Pihaknya meminta legislatif komisi A  harus mengambil tindakan. Katanya, jika hal ini dibiarkan sampai penetapan calon kepala desa, maka yang bersangkutan cacat hukum.

”Bisa jadi masuk dalam ranah pidana, tapi kami tidak ingin hal ini terjadi, cukup di pendftaran saja,” ulasnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi A DPRD Bangkalan, Ha’i menyampaikan, pihaknya masih mencari dugaan yang dikeluhkan oleh warga Gilir Anyar beserta kuasa hukum salah satu bacakades. Sambil lalu, pihaknya juga menunggu hasil penetapan calon kepala desa.

”Kami kan tidak tahu hasilnya, karena saat ini masih proses penelitian berkas, belum penetapan calon,” tuturnya

Namun demikian, mengimbau kepada panitia Pilkades Gili Anyar agar netral dalam menjalankan tugas dan fungsinya (tupoksi). Menurutnya, panitia harus mempertimbangkan segala masukan dari warganya.

”Jika misalnya ada salah satu bacakades melanggar aturan maka tugas panitia untuk melakukan diskualifiksi,” pungkasnya. (km59/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *