Pilkades di Sampang Diwarnai Temuan Ratusan Sajam

  • Whatsapp
AMANKAN: Polres Sampang mengamankan ratusan senjata tajam dan senpi pada pilkades di Desa Bira Barat, Kacamatan Ketapang, Sampang. Kamis (21/11).

Kabarmadura.id/SAMPANG-Senjata tajam yang bertebaran, masih terus nampak saat pemilihan kepala desa (pilkades) di Sampang.

Pada pilkades serentak di 38 desa di Kabupaten Sampang itu, Kamis (21/11/2019), membuktikan bahwa potensi membahayakan itu masih terjadi.

Itu setelah Kepolisian Resor (Polres) Sampang berhasil menemukan ratusan celurit, parang, pisau yang dikumpulkan dalam empat karung.

Selain itu, ditemukan pula sejumlah senjata api jenis pistol beserta peluru tajamnya. Pistol itu ditemukan di salah satu rumah warga di sekitar TPS.

Temuan itu, hasil penyisiran di desa-desa yang tergolong rawan, salah satunya, di Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, Sampang.

Tadinya, upaya penyisiran tersebut, dalam rangka meminimalisir terjadinya kericuhan.

Jumlah tersebut, belum final, pasalnya aparat keamanan masih menyisir di desa lain dan belum didapatkan hasilnya.

Selain hasil temuan Polres Pamekasan, beredar pula sejumlah video di media sosial yang berisi warga yang menenteng senjata tajam dengan bebas di dekat lokasi pemungutan suara.

Di Desa Bira Barat, penyisiran senjata tajam dilakukan di sekitar tempat pemungutan suara (TPS).

Penyisiran itu, dilakukan jajaran Brimob dari Polda Jatim, personel Kodam Brawijaya, Polres Sampang dan Kodim 0828/Sampang.

Kapolres Sampang, AKBP Didit Bambang Wibowo mengatakan dalam keterangan rilisnya, sekitar pukul 10.00 WIB, penyisiran di sekitar TPS di Desa Bira Barat, dilakukan di warga yang berada di sekitar TPS.

“Dari penyisiran ini ditemukan sekitar dua ratus senjata tajam yang disimpan di berbagai lokasi dan disimpan di balik baju warga diamankan dan senpi serta beberapa warga yang kedapatan membawa senjata diamankan ke mapolres,”ungkap Didit sapaan akrabnya.

Dengan temuan itu, Didit mengimbau kepada masyarakat untuk tetap kondusif dan tidak terbawa suasana provokatif yang ditimbulkan oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab.

“Tentunya, kami imbau kepada masyarakat tidak terprovokasi oleh pihak tak bertanggung jawab, mari menciptakan suasana Pilkades di Sampang yang damai dan aman,” terangnya.

Sementara itu Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengatakan, beberapa hari terakhir, pemerintah daerah terus melakukan monitoring ke 38 desa yang melaksanakan pilkades. Termasuk meninjau langsung ke lokasi pilkades di sejumlah desa.

Mengenai tingkat kehadiran pemilih, diperkirakan mencapai 80 sampai 90 persen.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakatnya untuk menjaga kondusivitas di desa masing-masing.

Sebab, dalam konstestasi demokrasi, pasti ada yang menang dan kalah. Sehingga diharapkan masyarakat bisa menerima hasil pilkades.

“Tentunya, kami berharap kepada semua pihak untuk bisa menjaga kondusivitas dan saling menerima atas hasil pilkades ini, baik yang menang dan yang kalah,” harapnya. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *