Pilkades di Sumenep Terancam Ditunda, 2 Desa 1 Calon

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) TAHAPAN: Salah satu desa yang pendaftarnya lebih dari 5 calon pada pelaksanaan pilkades.

KABARMADURA.ID SUMENEP – Proses penjaringan calon kepala desa (cakades) tahap pertama sudah selesai dilaksanakan. Namun dari  86 desa yang direncanakan mengikuti pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, masih tersisa dua desa yang pendaftarnya hanya satu calon saja.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, M Ramli menyampaikan, panitia pemungutan suara (PPS) harus menerima minimal dua calon guna bisa melaksanakan pilkades serentak, jika tidak ada pendaftar maka tidak dapat dilaksanakan.

Bacaan Lainnya

“Tahap pertama dari 9 April sampai tanggal 21, penjaringan kedua dari 22 April sampai 21 Mei, itu masih ada kesempatan melakukan proses penjaringan,” kata Ramli. Minggu, (9/5/2021).

Sebagai upayanya, pria asal Kecamatan Pasongsongan itu menambahkan. Pihaknya sudah berkali-kali melakukan sosialisasi agar tahapan pelaksanaan pilkades berjalan mulus.

Hasil koordinasi dengan pihak forum koordinasi pimpinan kecamatan (forkopimka) dua desa yang hanya satu orang pendaftar, disebabkan salah satu calon kurang lengkap persyaratannya, misal ijazahnya kurang dan usia tidak sampai 25 tahun.

“Kami sudah bergerak cepat, kami sudah koordinasi dengan BPD dan forkopimka, ternyata ada persyaratan yang kurang lengkap, dan ada yang sudah diminta dilengkapi” imbuh mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep itu.

Dia juga menyebutkan, dua desa yang dimaksud yakni, Desa Guluk Manjung Kecamatan Bluto dan Desa Soddara Kecamatan Pasongsongan. Sementara yang lebih dari 5 pendaftar ada 19 desa. Sehingga diharuskan melaksanakan seleksi lanjutan.

Sementara itu tim keamanan Kepala Bagian Operasi Polres Sumenep AKP Achmad Robial mengatakan, Kecamatan Bluto sejak awal memang menjadi titik yang diklaim rawan konflik. Namun jika persoalan pendaftar kurang, itu persoalan teknis saja.

“Ada daerah rawan pastinya, apalagi sudah pernah ada konflik, tapi sebelum diketahui calon-calonnya maka tidak dapat dipastikan tingkat kerawanannya. Persoalan teknis saja nanti,” papar dia. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *