Pilkades Dua Desa di Pamekasan Temui Rintangan

(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) TERKENDALA: Dari 74 desa yang akan menyelenggarakan pilkades sertentak, terdapat dua desa yang bacakadesnya belum ditetapkanm yaitu Desa Tambaru dan Desa Panaguan.

KABAR,ADURA.ID | PAMEKASAN-Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada 74 desa di Pamekasan masih menyisakan masalah. Sebab, dari tahapan penetapan bakal calon kepala desa (bacakades) pada 22 Februari lalu, terdapat dua desa yang tidak ditetapkan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan Fathorrahman melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa (Pemdes) Pamekasan Fendi Hermawan mengungkapkan, dari 74 desa yang akan menyelenggarakan pilkades serentak, ada dua desa yang bacakadesnya belum ditetapkan. Yaitu; Desa Tamberu dan Desa Panaguan.

“Kalau sudah pengumuman penetapan calon, maka dilaksanakan pencacahan. Untuk kepastian pelaksanaan di setiap desa, sudah diatur di tata tertib dari setiap panitia masing-masing desa,” paparnya, Selasa (1/2/2022).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, ia menambahkan, untuk kedua desa yang tidak ditetapkan bacakadesnya, kendalanya berbeda. Desa Panaguan hanya terdapat satu calon yang memenuhi syarat setelah panitia melakukan verifikasi. Sehingga saat ini masih belum bisa ditetapkan, karena bacakades minimal harus terdiri dari dua orang pendaftar yang lolos verifikasi.

“Untuk Desa Penaguan, setelah calon diverifikasi dan divalidasi ternyata hanya satu yang lolos. Maka tahapannya dilanjutkan dengan pembukaan pendaftaran tahap yang kedua selama 20 hari,” ulas pria yang kerap disapa Wawan itu.

Sedangkan untuk Desa Tamberu,  Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD)-nya mengundurkan diri dengan alasan tidak sanggup menjalankan tugasnya. Sehingga tahapan penetapannya tidak bisa dilakukan.

“Jadi sampai saat ini, setelah berkoordinasi, untuk surat pengunduran diri dari kepanitiaan, kami masih belum menerima bukti fisik suratnya, dan tahapannya masih belum ada penetapan, dari bakal calon menjadi calon,” urainya.

Wawan menjabarkan, untuk penetapan bacakades ke cakades di Desa Tamberu, masih menunggu keputusan pengangkatan kembali kepanitian di tingkat desa yang merupakan wewenang Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sehingga pihaknya terus berkoordinasi dengan Forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimka) untuk keberlanjutan pilkades di desa tersebut.

“Apabila panitia secara keseluruhan mengundurkan diri, maka itu domainnya BPD, karena kewenangannya,” ungkapnya.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

  

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.