Pilkades Serentak Sumenep, Percepat Penghitungan Jadi Target Utama

  • Whatsapp
(FOTO: Polres for Kabar Madura) BERSIAP: Panitia harus mempercepat proses penghitungan, karena pandemi Covid-19 tidak memperkenankan berlama-lama membuat aktivitas yang dapat menimbulkan kerumunan.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Sumenep yang akan dihelat Kamis (25/11/2021), harus mempercepat proses penghitungannya. Masa pandemi Covid-19 tidak memperkenankan panitia berlama-lama membuat aktivitas yang dapat menimbulkan kerumunan.

Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa (Pemdes) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Supardi mengatakan, pilkades serentak 2021 pasti berbeda dengan pilkades tahun 2019. Protokol kesehatan akan dijadikan nomor satu. Termasuk pengawasan serta percepatan penghitungan.

Bacaan Lainnya

“Per TPS maksimal 500 pemilih, dari 500,  harus dipecah menjadi dua. Jadi hitungnya pasti cepat,” katanya, Rabu (24/11/2021)

Pencoblosan akan dimulai pukul 07.00. Pada pukul 12.00 wajib finish. Dalam setiap 100 orang pencoblos, durasi maksimalnya satu jam. Sehingga, tidak lama-lama dalam mencoblos. Untuk pengawasan, semua tim di tingkat kabupaten akan diterjunkan untuk memantau. Terdapat lima tim yang diterjunkan.

Perhitungan cepat tersebut wajib dilaksanakan di masing-masing-masing TPS. Semakin banyak TPS, maka semakin cepat pula penghitungan serta pencoblosan.

Sementara itu, Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya mengingatkan seluruh personel pengamanan juga harus menjaga protokol kesehatan di tengah masyarakat serta para kontestan pilkades.

“Personel pengamanan jangan segan untuk mengingatkan dan bahkan menindak siapa saja yang melanggar protokol kesehatan,” ujarnya.

Dia berharap pesta demokrasi desa itu berjalan aman dan kondusif. Setiap personel keamanan diperintahkan melakukan komunikasi dengan lembaga-lembaga di desa dan tokoh agama untuk diajak bersama-sama menyukseskan Pilkades Serentak secara jujur, adil, bersih dan bermartabat.

Pilkades serentak itu digelar  84 desa di 27 Kecamatan dan terbagi dalam 661 TPS. Pengamanan akan dilakukan gabungan pasukan dari Polri, TNI dan Linmas sebanyak 4.035 personel. Masing-masing dari Polri sebanyak 2.361 personel, TNI sebanyak 352 personel dan Linmas sebanyak 1.322 personel, termasuk 461 personel brimob.

“Semua pasukan keamanan sudah siap, kepada masyarakat patuhi aturan pemerintah serta protokol kesehatan wajib diperketat,” tegas AKBP Rahman.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *