Pimpinan DPRD Sumenep Bentuk Pansus Bahas Tiga Raperda

  • Whatsapp
WAKIL RAKYAT: Tujuh fraksi saat menyampaikan pandangan umum terhadap raperda retibusi jasa umum dan raperda tentang desa.

Kabarmadura.id/SUMENEP­-Dewan Perwakilan Drakyat Daerah (DPRD) Sumenep melalui masing-masing fraksi menyampaikan pemandangan umum terhadap nota penjelasan bupati Sumenep tentang nota penjelasan rancangan peraturan daerah (raperda) atas perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2018 tentang retribusi jasa umum dan raperda tentang desa.

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep dalam pandangan umumnya, sebegaimana dibacakan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Abrari, menyambut baik hadirnya raperda dimaksud. Sementara Fraksi Demokrat memiliki beberapa masukan, salah satunya, supaya retribusi jasa umum tidak harus terfokus kepada bidang kesehatan, supaya tidak terkesan diskriminatif.

Mengenai raperda desa, Fraksi Demokrat berpandangan, raperda yang sebenarnya telah diajukan pada tahun kemarin 2018 lalu, memang perlu dibahas kemmbali pada tahun 2019, agar mampu menjadi payung hukum yang kuat bagi penyelenggaraan pemerintahan khususnya pemerintahan desa.

Sementara menurut Fraksi Gerindra dalam penyampaian pandangan umumnya, hakekat jasa umum yang dimaksud, merupakan jasa yang disediakan atau diberikan oleh pemerintah daerah, sehingga tujuan kepentingan dan kemanfaatannya untuk masyarakat umum.

Retribusi jasa umum adalah retribusi yang dikenakan terhadap pribadi seseorang atau badan yang menggunakan/menikmati pelayanan jasa umum yang disediakan atau diberikan oleh pemerintah. Adapun objeknya meliputi pelayanan kesehatan dan pelayanan dengan pengecualian urusan umum pemerintahan.

Sedangkan dari Fraksi Golkar juga menyambut baik usulan raperda dari eksekutif tersebut. Mengingat perubahan Perda 6/2018, merupakan bentuk penyesuaian terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya di bidang kesehatan.

Pengajuan raperda tentang desa juga diapresiasi, karena semangatnya adalah mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa yang berdaya guna dan berhasil guna. Pengajuan raperda desa itu, juga dinilai selaras dan sejiwa dengan semangat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Dari Fraksi PAN menilai, raperda retribusi jasa umum itu memang perlu disusun kembali untuk menyesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya di bidang kesehatan.

Raperda tentang desa juga dipandang penting dan mendesak untuk segera diselesaikan, karena sangat berkaitan dengan keberlangsungan penyelenggaran pemerintahan di tingkat desa yang pada saat ini sudah bestatus semi otonom, khususnya terkait dengan pelaksanaan kewenangan desa di bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasayarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Dari Fraksi Partai PKB juga sangat mengapresiasi dengan adanya raperda tentang desa. Oleh karenanya, supaya diprioritaskan di tahun ini, karena hal itu berkaitan dengan pemerintahan desa, serta guna menunjang terhadap kemajuan desa.

“Pembentukan raperda tentang desa ini, merupakan sebuah momentum yang sangat tepat bagi pemerintah dan masyarakat Sumenep. Raperda ini diharapkan menjadi produk hukum daerah yang dapat yang dapat digunakan sebagai dasar bagi penyelenggaraan pemerintahan desa,” H Imran saat membacakan pandangan umum fraksi PKB.

Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga menilai, raperda perubahan retirbusi jasa umum memang perlu menyesuaikan lagi dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku demi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Soal raperda tentang desa yang pada dasarnya telah dibahas pada tahun 2018 lalu, perlu diseleraskan lagi demi kebaikan pemerintahan desa.

Sementara Wakil Ketua DPRD Sumenep Mohammad Hanafi menyampaikan, pihaknya akan langsung membentuk panitia khusus (pansus) guna membahas raperda retirbusi jasa umum dan raperda tentang desa.

“Kami akan membentuk tiga pansus. Karena selain dua raperda itu, juga ada pembahasan LKPj bupati Sumenep yang juga membutuhkan pansus,” tukasnya. (ong/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *