oleh

Pimpinan Kabar Madura Bangkitkan Semangat Kader PMII

Kabarmadura.id/SUMENEP-Pelatihan Kader Dasar (PKD) Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Guluk-Guluk hadirkan Pemimpin Redaksi Kabar Madura Hairul Anam dalam rangka membedah tema mahasiswa-santri; meraut tradisi menyemai literasi yang bertempat di LPI Raudlah Najiah Guluk-Guluk, Rabu (27/3).

Hairul Anam menjelaskan PMII memang lahir dari para pejuang yang lahir dari pesantren seperti A Khalid Mawardi, Hizbullah Huda, Nuril Huda, Said Budairy dan para tokoh lainnya.

“Maka tradisi santri harus dipertahankan oleh kader-kader PMII Sumemep, utamanya di PK PMII Guluk-Guluk,” ujarnya di depan para calon kader PMII.

Menjadi kader PMII yang masuk era melenial, menurutnya, sangat perlu dan mesti terus berposes hingga titik darah penghabisan. Aral melintang, hanya menjadi bumbu yang harus dilalui, tanpa ada pantang putus asa. Sebab, kader yang tangguh tidak mau berhenti untuk terus berproses dan mempertahan tradisi leluhur PMII.

“Tradisi kader PMII Sumenep adalah tradisi santri yang kesehariannya tidak bisa luput dari tradisi para kiai yang selalu mempertahankan tradisi nahdiyin dalam mengejawantahkan dalam perilaku keseharian,” ungkap jebolan kader PK PMII Guluk-Guluk itu.

Ia juga menegaskan, menjadi kader PMII sejatinya harus mengamalkan trilogi PMII yakni, zikir, fikir dan amal shaleh.

“Proses berfikir ini bisa berkembang apabila  selama menjadi kader PMII, ia sering banyak baca buku, diskusi dan menulis. Kalau ini bisa dipraktikkan, ia akan menjadi kader yang mujahid pasca PKD ini,” tegasnya.

Tak hanya itu, mengahadapi era revolusi induastri 4.0, baginya menyayangkan apabila kader tidak bisa memiliki kapasitas yang mumpuni dibidangnya. Sebab, kader memang harus dituntut cerdas dan berakhlaq.

“Era revolusi industri 4.O tentu kian menantang, segala persiapan harus dipersiapkan secara matang.  Ya, dengan belajar yang tekun dan mengabdi dengan tulus kepada PMII adalah kunci menjawab segala bentuk tantangan,” paparnya.

Sosok Hairul Anam yang juga pernah menjadi kader sekaligus menjadi Ketua I PK PMII Guluk-Guluk meceritakan dirinya selama menjadi kader aktif di komisariat.

“Saya dulu sama seperti adik-adik kader ini,  nanak bersama, makan bersama dan diskusi bersama. Jangan sampai ketika menjadi kader itu main-main atau tidak belajar, eman sahabat-sahabat, penyesalan akan datang dikemudian hari,” tegasnya dengan berapi-api.

Yang paling pokok dari tradisi literasi bahwa kader PMII harus selalu haus baca buku, diskusi-diskusi dan tulis-menulis.

“Selain banyak baca, diskusi, turun lapangan guna menyampaikan gagasan, kita harus bisa menulis,” ungkapnya. (mun/rei)

Komentar

News Feed